PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Genap tiga tahun sudah Sugiri Sancoko dan Lisdyarita memimpin Ponorogo sebagai pasangan bupati dan wakil bupati (wabup).
Senin (26/2) lalu digelar acara di Gedung Sasana Praja sebagai penanda tiga tahun kepemimpinan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko-Wabup Lisdyarita.
Meski memiliki pengalaman memimpin Ponorogo selama tiga tahun, Sugiri Sancoko tak berani sombong atau jumawa saat disinggung soal pilkada mendatang.
Baca Juga: Perolehan Suara PDIP Naik Pesat, Ini Kata Sugiri saat Disinggung soal Koalisi Pilbup
Jawaban diplomatis terlontar dari mulutnya saat disodori pertanyaan terkait keikutsertaanya dalam kontestasi pilkada yang bakal digelar mulai akhir tahun ini.
"Biar rakyat yang menilai. Kalau pantas (maju pilkada) kenapa tidak, kalau tidak panas buat apa kami jalankan?’’ ucap Kang Giri, sapaan Sugiri Sancoko.
Kang Giri, enggan membeber gamblang meski didesak sejumlah pertanyaan. Lagi-lagi dia menegaskan memilih pasrah, mengembalikan keputusan macung atau tidak ke tangan masyarakat.
Dirinya menilai jabatan yang saat ini diembannya adalah amanah warga Ponorogo. Pun, dibantu setiap organisasi perangkat dinas (OPD) menjalankan roda pemerintahan daerah.
"Kalau tidak dibantu OPD dan lainnya, saya bukan apa-apa, dan tidak bisa apa-apa,’’ tambahnya.
Capaian kinerja dan kegiatan tiga tahun terakhir dipaparkannya dalam acara refleksi tiga tahun kepemimpinan pasangan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko-Wabup Lisdyarita.
Baca Juga: Keluhan Uji Coba One Way Rame di Medsos, Bupati: Tetap Dilakukan Evaluasi, Ini Masih Uji Coba
Acara yang digelar bertepatan dengan hari ulang tahun Kang Giri itu juga turut mengundang tokoh masyarakat, santri, hingga pejabat teras lingkup Pemkab setempat.
"Kami sadar, tidak semua keputusan itu benar, pasti ada yang salahnya. Karena kami butuh refleksi dan kejujuran, juga harmonisasi dengan pihak-pihak lain,’’ jelasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya