PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Melambungnya harga beras medium non subsidi di pasaran memaksa Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo ambil sikap.
Delapan ton beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) digelontorkan melalui gerakan pasar murah (GPM).
Warga yang berniat membeli beras SPHP pun berbondong-bondong mendatangi balai Kelurahan Cokromenggalan, Ponorogo, Rabu (28/2) kemarin.
Dua ton beras kemasan lima kilogram itu ludes tak kurang dari dua jam. Setiap pembeli dijatah maksimal sepuluh kilogram beras.
Staf Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo, Fadrianto Adi Satrio, mengatakan, operasi pangan tersebut diharapkan mampu menekan harga beras di pasaran.
"Harapannya masyarakat mudah dapatkan beras, dan mengendalikan harga pasaran,’’ katanya.
Selain Ponorogo, GPM itu juga akan dilakukan di beberapa wilayah kerja Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo sebacara bergiliran. Seperti Magetan dan Pacitan.
"GPM ini kami jadwalkan Senin-Kamis, lokasinya bergantian di beberapa tempat,’’ ungkapnya.
Pantauan di lapangan, antrean warga di lokasi GPM sudah terlihat sejak pagi. Siti Kholifah, warga setempat, harus antre satu jam lebih sejak GPM dibuka mulai pukul 08.00 WIB.
Siti mengaku rela antre agar bisa membeli beras murah. Maklum beras medium di pasaran saat ini melambung tinggi.
"Takut tidak kebagian, jadi datang lebih pagi tetapi sampai sini (Kelurahan Cokromenggalan) sudah banyak yang datang,’’ kata Siti.
Meski harus antre saat GPM, ia mengaku senang lantaran tak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Satu kilogram beras SPHP bisa ditebus dengan harga Rp 10.200.
Jauh lebih murah jika ia harus membeli beras medium non subsidi yang saat ini harga di pasaran tembus Rp 15 ribu-16 ribu per kilogram.
Hal itulah yang membuat Siti tetap semringah didalam barisan antrean. Senyumnya bertambah lebar saat bisa membawa pulang dua kemasan beras SPHP.
Ia hanya mengeluarkan uang Rp 102 ribu untuk menebus sepuluh kilogram beras SPHP itu. Baginya, beras tersebut untuk keperluan saat ramadan nanti.
"Bagi pekerja serabutan susah kalau berasnya mahal, karena gaji juga tidak seberapa,’’ ujarnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya