Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Terkait Koalisi Pilkada, Pengamat Politik Sebut PKB Punya Modal Jadi Pengusung Bukan Pendukung

Sugeng Dwi N. • Sabtu, 2 Maret 2024 | 23:30 WIB

Ilustrasi Foto : Proses rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2024 di Ponorogo beberapa waktu lalu. 
Ilustrasi Foto : Proses rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2024 di Ponorogo beberapa waktu lalu. 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Seolah tak ingin membiarkan suhu mesin partai politik (parpol) dingin, sejumlah manuver terkait pembentukan koalisi mulai digagas.

Tensi politik coba dijaga tetap kompetitif selepas pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 lalu.

Mencuatnya isu koalisi poros yang dilontarkan Nasdem beberapa waktu lalu menjadi bukti parpol tak ingin dibilang terlambat panas saat pilkada Ponorogo mendatang.

Baca Juga: Pilkada Ponorogo, Nasdem Koar-koar Jalin Komunikasi Pembentukan Koalisi, Petinggi PKB Irit Komentar

Penggalangan dukungan parpol untuk mengusung calon pada Pilkada November mendatang mulai disuarakan.

Dari total empat parpol termasuk Nasdem yang diperkirakan bakal berkoalisi, santer PKB dikabarkan bakal masuk dalam koalisi poros.

Pengamat politik Ponorogo Robby Darwis Nasution menilai, PKB bakal menghitung cermat calon yang bakal diusung dalam Pilkada nanti.

Baca Juga: Soal Pencalonan dalam Pilkada Ponorogo, Sugiri Sancoko: Biar Rakyat yang Menilai 

Mengingat PKB mendapat suara terbanyak dengan delapan kursi dari hasil Pileg 2024.

Menurutnya, PKB punya modal besar menjadi parpol pengusung, bukan partai pendukung.

"Koalisi atau tidak dengan Nasdem tergantung calon siapa yang akan diusung PKB nanti,’’ kata Robby.

Baca Juga: Perolehan Suara PDIP Naik Pesat, Ini Kata Sugiri saat Disinggung soal Koalisi Pilbup

Robby menyebut ada dua jalan yang dapat ditempuh PKB dengan perolehan kursi terbanyak.

Bergabung bersama koalisi poros, termasuk bersama Nasdem sebagaimana Pilkada 2019 lalu.

Atau kemungkinan justru PKB bergabung bersama petahana saat mengajukan calon pada Pilkada nanti.

"Kalau Nasdem menurut saya, kemungkinan besar tidak akan satu gerbong dengan incumbent,’’ jelasnya.

Robby menambahkan, berbagai kemungkinan terbuka lebar dalam Pilkada nanti. Mengingat peta politik di Ponorogo sangat dinamis.

Bahkan perubahan arah politik di Bumi Reog bisa terjadi dalam ‘hitungan detik’.

"Persentase kemenangan bisa tinggi kalau banyak gerbong bisa bergabung,’’ ujarnya. (gen/kid)   

Editor : Budhi Prasetya
#pilkada #Pemilu 2024 #koalisi #ponorogo