PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Warga di sepanjang Jalan Sultan Agung dan Ahmad Dahlan untuk sementara ini boleh membayangkan menikmati pedestrian yang estetik terlebih dahulu.
Pasalnya rencana penataan pedestrian di kedua kawasan tersebut masih belum ada kepastian kendati median jalan sudah dibongkar demi pelaksanaan uji coba one way yang sudah berjalan lebih dari dua pekan.
Tapi, rencana face off atau penataan pedestrian tersebut belum tentu juga batal. Hanya saja saat ini Pemkab Ponorogo belum menganggarkan proyek tersebut dalam APBD induk tahun ini.
Kepala BPPKAD Ponorogo Sumarno mengatakan, alokasi anggaran pengembangan Jalan Sultan Agung dan Ahmad Dahlan hanya sebatas untuk pembongkaran dan penambalan bekas median jalan.
Alokasi anggaran untuk face off urung disiapkan. Jika memungkinkan bakal dianggarkan pada P-APBD mendatang.
"Kalau ada anggarannya di APBD perubahan nanti,'' kata Sumarno.
Kondisi itu, lanjut Sumarno, bukan berarti rencana pembangunan pedestrian Jalan Sultan Agung dan Ahmad Dahlan batal.
Menurutnya masih ada opsi lain, yakni melalui corporate social responsibility (CSR) perusahaan di sekitar kawasan tersebut.
Mekanismenya serupa dengan penataan pedestrian Jalan HOS Cokroaminoto lalu.
''Nanti spesifikasinya kami bagikan ke donatur yang mau bantu. Bisa ditambahkan nama perusahaannya di item yang dibangun,'' tambahnya.
Dia mencontohkan itung-itungan item lampu pedestrian, sedikitnya 140 lampu dibutuhkan di Jalan Sultan Agung dan Ahmad Dahlan.
Rinciannya, 100 lampu di Jalan Sultan Agung dan 40 titik di Jalan Ahmad Dahlan. Model lampu bakal dibuat layaknya face off lainnya, seperti di Jalan Gajah Mada yang tertulis nama perusahaan.
''Fixed-nya berapa kami sesuaikan DED (detail engineering design), saat ini sedang dikerjakan,'' tambahnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya