PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pamor Jalan Urip Sumoharjo pasca face off tahun lalu belum bisa terlihat sempurna.
Ini lantaran lampu penerangan jalan umum (PJU) belum seluruhnya terpasang di sepanjang ruas Jalan Urip Sumoharjo, Ponorogo.
Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo sementara ini baru berencana memasang 52 lampu PJU pekan ini. Padahal, menurut hitungan mereka, setidaknya dibutuhkan 90 unit.
Baca Juga: Tuntaskan Face Off Jalan Urip Sumoharjo, Pemkab Siapkan Rp 600 Juta Untuk Pengadaan PJU
Pemasangan puluhan lampu PJU tersebut akan direncanakan mulai pekan ini. Targetnya sebelum Ramadan sudah mampu menerangi sebagain ruas jalan.
Kepala Dishub Ponorogo Wahyudi, mengatakan, pengadaan puluhan lampu digeber. Tinggal eksekusi pemasangan menunggu hari baik.
"Nanti 52 lampu ini kami dahulukan yang sisi utara, yang selatan belum,’’ ucapnya
Baca Juga: Belanjakan Rp 198 Juta untuk 66 Kursi Pedestrian Jalan Urip Sumoharjo
Pemasangan puluhan lampu PJU tersebut untuk menggenapi 13 unit yang sudah dipasang akhir tahun lalu.
"Model dan konsep sudah matang, tinggal pengerjaan saja,’’ kata Wahyudi.
Wahyudi mengungkapkan jika pengadaan PJU sebagai utilitas pedestrian Ursum disuntik alokasi APBD sebanyak Rp 400 juta.
Baca Juga: Penataan Pedestrian Jalan Urip Sumoharjo Ponorogo Lebih Panjang dan Njelimet
Sayangnya, pemasangan PJU tahun ini belum bisa mengcover penerangan di Jalan Ursum yang selama ini hanya mengandalkan lampu darurat.
dalam perencanaan pembangunan pedestrian saat face off lalu, setidaknya dibutuhkan 90 PJU yang idealnya terpasang di sepanjang Urip Sumoharjo.
Sementara itu, minimnya penerangan di jalan tersebut dikeluhkan pengguna jalan dan warga setempat.
Sama dengan nasib jalur searah yang tengah dilakukan tahap uji coba, tingginya kecepatan kendaraan jadi keluhan pengguna jalan dan warga setempat.
Baca Juga: Bupati Sugiri Pastikan Rencana Face Off Pedestrian Dua Ruas Jalan Tetap Lanjut
Selain itu, warga sekitar Jalan Urip Sumoharjo juga mengeluhkan sulitnya menyeberang di jalur satu arah tersebut.
Terutama menuju fasilitas publik seperti tempat ibadah di Ponpes Al Idris.
"Kalau menyeberang harus nunggu barengan dulu, tidak berani kalau sendiri,’’ ungkap Fitri Navia.
Pelajar SMP itu menambahkan momen pagi hari menjadi waktu paling sibuk di Jalan Urip Sumoharjo.
Bila hendak berangkat sekolah, tak jarang butuh 5-10 menit menanti menyeberang.
"Kalau mau mutar juga jauh,’’ tambahnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya