PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Banjir luapan Sungai Bengawan Solo, di Ngawi dan Madiun wajib jadi warning khusus.
Sebagian wilayah bumi reog acap menjadi langganan luapan sungai-sungai besar saat musim penghujan seperti saat ini.
Mulai Sungai Taap, Gendol, Keyang, Paju, hingga Sungai Sekayu yang menjadi anak Sungai Bengawan Solo.
Kalaksa BPBD Ponorogo Masun menjelaskan, intensitas hujan meningkat beberapa pekan terakhir.
BMKG memprediksi terjadi hujan deras, angin kencang, dan petir pada jam tertentu di 12-14 Maret nanti.
‘’Untuk potensi banjir semoga saja tidak terjadi. Karena saat ini elevasi Sungai Sekayu sebagai muara cukup rendah,’’ ujarnya.
Masun menambahkan banjir yang melanda Madiun-Ngawi beberapa hari belakangan dipastikan tak akan menjalar hingga Ponorogo.
Baca Juga: Ribuan Hektare Sawah di Ngawi Terendam Banjir Jelang Panen, Bupati: Ajukan Asuransi
Sebaliknya, dua wilayah tetangga tersebut jadi area kiriman banjir dari bumi reog.
Pun, patut diwaspadai bilamana area Wonogiri sebagai talangan air terjadi hujan deras dan berpotensi menjadi banjir kiriman.
‘’Ponorogo banjir lokal, kalau hujannya deras dan lama atau kiriman daerah lain seperti Purwantoro,’’ jelasnya.
Selama awal 2024 ini, Masun mencatat 48 bencana telah melanda Bumi Reog.
Perinciannya, 20 cuaca ekstrem, seperti angin kencang, rumah roboh, hingga puting beliung.
Serta 17 kejadian tanah longsor, dan 11 banjir lokal. Turun dibanding total bencana Januari dan Februari 2023 lalu yakni 106 kejadian.
‘’Saat ini masih kategori puncak musim penghujan. Jadi kami harapkan masyarakat tetap waspada, baik potensi banjir maupun bencana lain,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Mizan Ahsani