PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pemasangan pelican cross di sekitaran Masjid Nahdlatul Ulama (NU) Jalan Sultan Agung tak kunjung beroperasi selayaknya.
Padahal, Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo sebelumnya mengungkapkan bakal memasang fasilitas penyeberangan itu sejak uji coba one way tahap satu pada awal bulan Maret lalu.
Kala itu, dishub menyampaikan jika diupayakan traffic light (TL) pelican cross dipasang sebelum 1 Ramadan.
Tujuannya untuk membantu warga yang hendak menuju masjid NU maupun sebaliknya.
Namun hingga Selasa (19/3) kemarin, dua unit alat bantu penyeberangan bagi pejalan kaki itu baru sebatas tiang dan lampu traffic light. Pun belum dioperasikan.
Hal itu tentu belum sepenuhnya membantu warga yang hendak menyeberang. Apalagi saat ini aktivitas di Masjid NU itu meningkat saat Ramadan.
Ishom Muddin, warga Kelurahan Nologaten, Ponorogo, mengaku sejak diberlakukan uji coba satu arah sebulan terakhir, ruas Jalan Sultan Agung semakin ramai kendaraan.
Pun, tak sedikit kendaraan yang melaju dengan kecepatan terlampau kencang. Warga yang hendak menyeberang menuju ke masjid maupun sebaliknya pun merasa khawatir.
"Kalau mau menyeberang takut. Bahkan ada warga yang sebelumnya rutin ke masjid sekarang jarang, karena tidak berani menyeberang,’’ ungkap Ishom.
Ia bercerita pernah memiliki pengalaman buruk saat hendak menyeberang. Itu dialaminya pada hari Senin (18/3) lalu.
Saat pulang dari masjid, Ishom nyaris tertabrak kendaraan yang ugal-ugalan. Kaget itu pasti. Namun ia hanya bisa bisa mengelus dada sambil berucap istighfar sebanyak-banyaknya.
"Sebenarnya ada petugas yang membantu menjaga jelang dan pulang tarawih. Tapi setelah itu pergi, padahal malam hari masih banyak kegiatan masjid dan jalan ramai,’’ bebernya.
Dia berharap pemasangan peranti keselamatan penyeberang jalan lekas direalisasikan. Entah lampu pelican cross, polisi tidur, maupun alat lainnya.
Minimal masyarakat aman dan nyaman tanpa perasaan was-was apalagi trauma saat menyeberang menuju maupun balik dari masjid.
"Setelah satu arah ini, jalan semakin ramai dan motor kencang,’’ katanya.
Terpisah, Kepala Dishub Ponorogo Wahyudi mengatakan, pemasangan lampu pelican cross telah dimulai petugas.
Lampunya menghadap ke arah selatan. Nantinya lampu itu bakal menyala merah dan berbunyi nyaring bilamana warga hendak menyebrang.
Layaknya traffic light pada umumnya, pengguna jalan wajib berhenti untuk memberikan pejalan kaki yang menyeberang.
"Segera kami aktifkan pelican cross-nya,’’ tambahnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya