PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Empat pelaku pencurian berhasil dibekuk Satreskrim Polres Ponorogo, Rabu (20/3).
Dua diantara dihadiahi timah panas petugas kepolisian saat penangkapan. Tindakan tegas itu terpaksa dilakukan lantaran kedua terduga pelaku pencurian berusaha kabur.
Kedua pelaku tersebut berinisal DM dan BF. Kedunya merupakan warga luar Ponorogo dan tercatat sebagai residivis kasus pencurian.
Hal itu dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Ryo Pradana. Ia mengatakan keempat pelaku dibekuk di Jalan Trunojoyo, Tambak Bayan, Subuh kemarin.
Penangkapan berawal dari kecurigaan petugas terhadap sebuah minibus Avanza saat melakukan patroli rutin.
Minibus tersebut menyerupai kendaraan yang kerap terlihat di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP) pencurian.
Untuk memastikan, petugas satreskrim yang tengah patroli itu menghentikan laju minibus yang dicurigai tersebut.
Saat itu, dua pelaku berinisial BF dan DM justru kabur. Petugas akhirnya melepaskan tembakan ke kaki pelaku.
''BF residivis curat laptop, DM residivis curanmor, keduanya warga Lampung,'' kata Ryo.
Sementara dua pelaku lainnya adalah laki-laki berinisial RL yang merupakan warga Jogjakarta dan BD, tercatat sebagai warga Bogor.
Keempatnya merupakan anggota sindikat pencurian yang beroperasi di Bumi Reog beberapa waktu belakangan ini.
Daerah oprasinya di Kecamatan Jambon, Sukorejo, Babadan dan Slahung. Aksi panjang tangan mereka menyasar toko sembako hingga perkantoran.
''Mereka beraksi acak, sekiranya mudah dan bisa diambil langsung dieksekusi,'' jelasnya.
Para pelaku tersebut masuk ke Ponorogo hari Senin (12/3) lalu. Komplotan itu mengontrak sebuah rumah yang tak jauh dari Terminal Selo Aji Ponorogo.
Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa puluhan tabung lpg tiga dan lima kilogram, enam buah handphone, tiga unit laptop dan tiga proyektor.
Termasuk puluhan kunci dan obeng yang diduga dijadikan alat bantu saat melancarkan aksi pencurian tersebut.
''Beberapa kali sempat digagalkan warga, tapi berhasil lolos,'' ujarnya.
Menurut pengakuan pelaku, lanjut Ryo, mereka sebenarnya berencana beraksi di wilayah Kecamatan Jambon. Namun gagal lantaran ditangkap pada Rabu dini hari kemarin.
Penyidik Satreskrim masih mendalami potensi TKP selain yang sudah diakui pelaku. Termasuk juga kemungkinan keterlibatan komplotan lain.
Apalagi belakangan beberapa rumah warga juga kehilangan uang tunai saat ditinggal salat tarawih.
''Masih didalami keterlibatan anggota lain ataupun TKP lain,'' tambahnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya