Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tombol Dipencet, Lampu Pelican Cross Menyala, Pengendara Cuek Bebek Dengar Bunyi Tetot-tetot

Sugeng Dwi N. • Selasa, 26 Maret 2024 | 19:30 WIB

 

TRAFFIC LIGHT: Keberadaan lampu pelican cross di depan Masjid NU, Jalan Sultan Agung kerap diabaikan pengguna jalan.
TRAFFIC LIGHT: Keberadaan lampu pelican cross di depan Masjid NU, Jalan Sultan Agung kerap diabaikan pengguna jalan.
 

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun – Menyeberang di sekitar kawasan Masjid Nahdlatul Ulama (NU) bukan perkara mudah.

Tak heran jika ruas Jalan Sultan Agung menjadi salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) saat uji coba one way tahap satu dan dua.

Pemasangan traffic light pelican cross di sekitaran Masjid NU itu seolah tak memberikan dampak bagi pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan.

Baca Juga: Kepastian Satu Arah Ditetapkan Setelah Uji Coba One Way Tahap Dua, Dishub Ponorogo: Ini yang Terakhir, Jadi Sudah Final

Pun, warga dan jemaah masjid merasa takut dan was-was saat menyeberang menuju maupun sepulang dari tempat ibadah terbesar di ruas Jalan Sultan Agung itu. 

Ahmad Nurhasan, salah seorang jemaah Masjid NU, mengaku bahwa keberadaan pelican cross belum sepenuhnya disadari pengguna jalan.

Bunyi "tetot-tetot" disertai lampu pelican cross menyala merah saat tombol menyeberang dipencet tak membuat pengendaraa serta merta berhenti.

Baca Juga: Jelang Uji Coba One Way Tahap Dua, Masih Belum Terdengar Bunyi Tetot-tetot di Jalan Sultan Agung

Masih ada pengendara yang tetap melajukan kendaraanya meski saat itu lampu penanda penyeberangan bagi pejalan kaki menyala hijau. 

"Nah, ini pada nyelonong. Banyak yang nerobos, padahal sudah saya pencet tombolnya,’’ kata Ahmad.  

Warga Kelurahan Nologaten, Ponorogo itu berharap ada rambu tambahan. Entah kawasan ramai ataupun sejenisnya.

Baca Juga: Jawab Keluhan Penyeberang Jalan, Pasang Pelican Cross Jalur Uji Coba One Way, Dishub : Bunyi Tetot-tetot

Pun, petugas bertindak tegas kepada para pengendara yang menerobos pelican cross. Agar mereka sadar keberadaan dan fungsi pelican cross di titik tersebut.

"Takutnya sudah PD (percaya diri) nyeberang, tapi ada yang nerobos,’’ ujarnya sembari ngelus dada.

Sementara itu, Kepala Dishub Ponorogo Wahyudi menyatakan bahwa pelican cross telah diaktifkan bersamaan uji coba tahap kedua Sabtu (23/3) lalu.

Pihaknya telah mendapat laporan adanya pengendara yang menerobos pelican cross yang dipasang untuk memebantu penjalan kaki menyeberang jalan itu.

Solusinya, Dishub setempat bakal memasang speed bump di titik tersebut untuk mengurangi kecepatan pengendara.

"Sebelum pelican cross itu nanti kami pasang speed bump. Seharusnya tanpa speed bump kami harapkan pengendara patuh, lampu merah nyala itu artinya berhenti,’’ jelasnya. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#Jalan Sultan Agung #Masjid NU #pelican cross #kecelakaan #one way #ponorogo