PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Selain baju baru, pasar malam menjadi salah satu bagian yang paling ditunggu-tunggu warga Ponorogo saat lebaran.
Bahkan, pasar malam atau pasar rakyat itu sudah menjelma menjadi tradisi tahunan yang digelar saat perayaan hari raya Idul Fitri.
Pun, bagi masyarakat asli Ponorogo tentu tidak asing dengan ungkapan "lebaran belum lengkap rasanya sebelum menginjakkan kaki di alun-alun Ponorogo".
Itu merujuk pada pasar rakyat yang digelar di kawasan alun-alun saban tahun. Tidak heran jika dulu pengunjungnya berasal dari pelosok desa seluruh penjuru Ponorogo.
Bagaimana dengan tahun ini? Tenang, pasar malam lebaran kembali hadir di Alun-alun Ponorogo. Mulai 31 Maret hingga 22 April mendatang.
Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo menarget pasar malam diisi 200 lapak pedagang.
Pendaftaran lapak pedagang pasar malam dibuka pada dua hari terakhir jelang pembukaan pasar malam.
Pedagang difasilitasi stand beragam ukuran, mulai 2x2 meter hingga 4x5 meter. Pun, juga area disipakan untuk wahana permainan.
"Dibagi 30 persen pedagang luar daerah, 70 persen UMKM lokal,’’ kata Kabid Pasar Disperdakum Ponorogo Okta Hariyadi.
Okta memastikan retribusi berlaku sama baik terhadap pedagang luar daerah maupun lokal. Tarif retribusi sebesar Rp 1.500 per malam.
Pihaknya menarget pendapatan yang dibukukan dari pasar malam tersebut minimal serupa tahun lalu Rp 350 juta.
"Teman-teman Paguyuban Pedagang Alun-alun tentu juga diikutkan,'' jelasnya sembari berharap pasar malam dapat memutar roda ekonomi daerah. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya