PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Tinggal hitungan bulan jari delapan, Reog Ponorogo bakal menyandang status intangible cultural heritage (ICH) Unesco.
Menyusul lokasi sidang penetapan status warisan budaya tak benda (WBTB) dunia telah ditentukan Unesco.
Rencananya, reog disidangkan di Paraguay akhir tahun ini.
Informasi itu sebagaimana diterima Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Kamis (4/4) lalu.
Bersamaan rapat lanjutan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek dengan agenda pembahasan reog.
Baca Juga: Manfaat Petai, Biji-bijian Bercita Rasa Khas yang Akan Mudah Dijumpai saat Mudik ke Kampung Halaman
‘’Mudah-mudahan lolos tanpa ada kekurangan apapun, saat ini masih tahap evaluasi Juni nanti,’’ kata Kepala Disbudparpora Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi.
Kendati sidang tersebut merupakan penentuan, pemkab setempat wajib mempersiapkan dengan matang.
Judha membeberkan, pihaknya bakal menggelar slide event pertunjukan reog tingkat nasional.
Acara itu digelar serentak di seluruh Indonesia. Tujuannya, memberikan dukungan sidang akhir penetapan status ICH akhir Desember mendatang.
‘’Kegiatan nanti juga upaya kami memperkenalkan reog ke dunia,’’ bebernya.
Judha menyebut status ICH Unesco merupakan impian sekaligus cita-cita warga Bumi Reog.
Selain mendongkrak kualitas budaya di kancah internasional, status tersebut turut menjadi spirit para pegiat dan seniman reog.
Muaranya, pelestarian warisan budaya reog yang berkelanjutan hingga kelak nanti.
‘’Reog tidak hanya soal budaya, di sana ada proses kreatif, pengembangan perekonomian dan identitas daerah,’’ jelasnya. (gen/kid)
Editor : Mizan Ahsani