PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Suhu politik di Ponorogo kembali mulai menghangat jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak.
Ini ditandai dengan mulai terpasangnya baliho bernada politik di wilayah Ponorogo. Palin kentara adalah baliho bergambar Sugiri Sancoko.
Ada yang menggelitik di baliho berukuran jumbo itu. Yakni tulisan “#RongPeriode (dua periode, Red) dan #PisanEngkas (sekali lagi,Red).”
Maklum, Sugiri Sancoko saat ini masih tercatat sebagai Bupati Ponorogo. Penggunaan tagar itu tak urung memicu spekulasi bahwa Kang Giri, panggilan akrab Sugiri Sancoko, bakal macung lagi.
Pemasangan baliho tersebut pun sudah diketahui Sugiri Sancoko. Kang Giri mengaku baliho tersebut dipasang oleh simpatisan yang menginginkan dirinya macung kembali pada pilkada tahun ini.
Namun buru-buru ia menegaskan jika tidak mengetahui secara detail soal pemasangan baliho tersebut.
"Katanya yang pasang relawan, tapi belum pamit saya itu masangnya,’’ ujarnya saat ditemui di sela kegiatan, Senin (15/4).
Disinggung niatan maju kembali dalam kontestasi Pilkada Ponorogo, Kang Giri menjawab diplomatis. Ibarat pepatah malu-malu kucing.
Ia enggan membeber pasti soal itu. Pencalonan, menurutnya, merupakan kebijakan partai politik (parpol) dan masyarakat.
Pun, dia menilai terlampau dini jika membahas pilkada pada saat ini yang masih kental momen Lebaran.
"Belum saatnya (bahas pilkada, Red), tergantung setuju tidak nanti saya pikir-pikir,’’ ujarnya.
Namun dirinya tak menampik jika banyak pertimbangan andai ingin macung (mencalonkan diri, Red) lagi.
Tidak terkecuali, munculnya kabar burung sejumlah nama yang digadang-gadang bakal maju dalam Pilkada.
Seperti nama Didik Subagio (Lurah Purworejo), Ibnu Multazam (Ketua DPC PKB Ponorogo), Eko Mulyadi (Lurah Karangpatihan), Lisdyarita (Wabup), hingga Agus Pramono (Sekda).
"Kalau nama-nama yang muncul saya tidak komentar dulu, lebaran dulu, dibahas (Pilkada, Red) nanti,’’ ungkapnya.
Selain di persimpangan jalan, baliho Kang Giri rong periode jamak bertebaran di jejaring media sosial.
Desain dan pesan yang disampaikan sama persis. Pun, baliho yang terpasang tanpa dilengkapi identitas parpol maupun pemasangnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya