PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) agaknya satu-satunya partai politik (parpol) yang paling serius ikut kontestasi Pilkada Ponorogo.
Setidaknya itu dilihat dari pembukaan pendaftaran bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) Pilkada Ponorogo jauh-jauh hari.
DPC PKB Ponorogo seolah menegaskan mereka mempersiapkan diri lebih serius dalam penjaringan kandidat yang bakal diusung.
Sementara PDI Perjuangan (PDIP) dan Nasdem masih terkesan adem ayem. Selama ini mereka cukup “membiarkan” nama Sugiri Sancoko sebagai kandidat kuat calon yang bakal diusung.
Pun demikian dengan Nasdem. Nama Ipong Muchlissoni yang belakangan ini kembali muncul terkesan menjadi bacabup yang bakal diusung Nasdem.
Baik PDIP dan Nasdem seperti saling menunggu langkah politik calon rivalnya. Ataukan memang itu bagian dari strategi politiknya?
Menggapi hal tersebut, Ketua DPC PDIP Ponorogo Bambang Yuwono mulai berani angkat suara.
Bambang Logos, sapaan akrabnya, memastikan parpolnya dipastikan bakal membuka pendaftaran bacabup maupun bacawabup.
Namun memang belum menentukan tanggal secara pasti. Pihaknya masih menantikan instruksi dari DPP perihal jadwal pendaftaran bacabup-bacawabup.
Bambang memperkirakan pendaftaran dibuka satu paling lambat dua bulan ke depan.
''Memang sudah ada surat dari DPP tentang itu (pendaftaran, Red), tapi kami masih perlu proses,'' ucap Bambang.
Baca Juga: Pilkada Ponorogo: Tiga Parpol Berpeluang Jadi Partai Utama Pengusung Calon Bupati, Itu Jika....
Ia menambhakan menambahkan jika proses pemilihan calon bakal dilakukan ketat. Tak sekadar pilih orang serampangan, namun juga harus menyamakan persepsi dan cita-cita membangun Ponorogo.
"Tidak serta merta lepas ke atas dan dapat rekom, ada dialog juga nanti dengan internal partai dan rakyat,’’ ujarnya.
Saat ditanya soal Sugiri Sancoko yang bakal menjadi jago, Bambang Logos memberikan jawaban diplomatis.
Menurutnya, bupati petahana itu memiliki poin plus untuk mengantongi rekomendasi dari PDIP.
Kondisi berbeda dilakukan oleh Nasdem. Parpol peraih 6 kursi DPRD pada pemilu Februari lalu itu memastikan tak akan melakukan penjaringan calon melalui mekanisme pendaftaran.
Ketua DPC Nasdem Ipong Muchlissoni, menyatakan, seleksi dilakukan secara ilmiah partai sebagaimana dilakukan saban pilkada.
''Kami seringkali tidak memakai mekanisme penjaringan, tapi seleksi ilmiah partai,'' ujar Ipong singkat melalui sambungan seluler. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya