PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Masa tenggang pedagang kaki lima (PKL) Sor Jati menempati lahan di barat Stadion Batoro Katong habis.
Hari Rabu (1/5), seluruh PKL Sor Jati harus sudah meninggalkan kawasan tersebut. Mereka digeser ke taman kota.
Pemindahan lokasi berjualan PKL tersebut seiring dengan rencana pembangunan panggung ekonomi kreatif (ekraf) di barat stadion Batoro Katong.
Agus Purwanto, Ketua Paguyuban Pedagang Sor Jati, mengatakan bahwa diberi tenggat waktu hingga akhir April.
Para pedagang menyelesaikan beres-beres. Boyong dapur, dagangan, hingga meja kursi. Mereka ditarget menempati lokasi di taman kota hari ini.
‘’Besok (hari ini, Red) terakhir, dan harus sudah pindahan ke lokasi baru di taman kota,’’ ujar Agus, Selasa (30/4).
Sempat direncanakan berjualan di sisi timur taman, Agus mengungkapkan agenda tersebut batal digelar.
PKL berjumlah 30 orang tersebut bakal menempati sudut barat dan selatan taman kota. Pertimbangannya, posisi pedagang yang dipandang lebih strategis ketimbang lokasi awal.
"Nanti urutan dagangnya akan dikocok, siapa yang dapat barat siapa yang dapat lapak selatan,’’ bebernya.
Agus mengamini para pedagang legawa meski harus menjadi bola pingpong. Nunut hidup, mereka pasrah.
Namun, bagi para PKL harapan tak boleh padam. Mereka bakal menagih janji dikembalikan di barat stadion usai pembangunan panggung ekraf rampung.
‘’Janji kemarin dikembalikan ke depan stadion setelah selesai membangun panggung, harus ditepati. Hanya itu harapan kami,’’ ujarnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya