PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Warga Ponorogo tak lagi bisa menikmati teduhnya ngopi di bawah pepohonan Jati sebelah barat Stadion Batoro Katong.
Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) Sor Jati di barat stadion kebanggan warga Ponorogo itu tak lagi bisa melayani pembeli.
Pasalnya 30 PKL yang menahun menempati lahan tersebut telah berpindah lokasi ke taman kota. Bergeser sekitar 150 meter ke timur dari lokasi semula mulai Rabu (1/5) kemarin.
Rencana pembangunan panggung ekonomi kreatif (ekraf) memaksa mereka harus rela boyongan ke tempat baru.
Pantauan koran ini, pedagang membongkar lapak di barat Stadion Batoro Katong itu sejak pagi.
Pedagang menaikkan satu-persatu peranti lapak ke atas pikap meski dengan berat hati.
"Mau tidak mau harus pindah, gimana lagi sudah diminta sama pemerintah, katanya mau dibangun panggung baru,’’ ujar Nita Rahayu, salah seorang pedagang.
Nita mengaku eman jika pindah ke lokasi baru. Selain harus bersaing dengan pedagang tepi Jalan Pramuka di depan taman kota, lokasinya dipandang kurang strategis.
Apalagi sebagian besar anggota paguyuban pedagang Sor Jati sudah memiliki pelanggan tetap.
Ia dan rekan sejawatnya yang lain harus mulai dari nol lagi. Pun, terbesit kekhawatiran pelanggan mereka tak kembali usai boyongan ke taman kota.
"Inginnya nanti tetap kembali ke barat stadion kalau panggungnya sudah jadi, seperti yang dijanjikan,’’ tegasnya.
Ketua Paguyuban Pedagang Sor Jati Agus Purwanto menambahkan, proses boyongan dilakukan bertahap.
Dimulai kemarin, lapak sisi selatan dan utara dibongkar terlebih dahulu. Sisanya, menyusul dibongkar hari ini (2/5).
"Penempatan di lokasi baru diundi biar fair. Semua legawa pindah, tapi berharap bisa kembali dagang di barat stadion lagi,’’ ujar Agus. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya