PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo telah melalui perjalanan panjang di Bumi Reog sejak digagas 54 tahun yang lalu.
Menjadi salah satu kampus terbesar di Bumi Reog, siapa sangka pada masanya IAIN mengawali aktivitas keilmuannya secara nomaden, berpindah-pindah lantaran belum memiliki gedung sendiri.
Embrio IAIN Ponorogo tak lepas dari keberadaan Akademi Syariah Abdul Wahhab (ASA) yang berdiri 1 Februari 1968 silam.
Ide ASA tercetus dari KH. Syamsuddin dan KH. Chozin Dawoedy di Ponpes As Syafi'iyah Durisawo Ponorogo.
Dalam waktu singkat, ASA mendapat pengakuan dan berstatus negeri menjadi Fakultas Syariah Ponorogo IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 12 Mei 1970 silam.
Waktu ke waktu, jumlah mahasiswa semakin bertambah. R.M.H. Aboe Amar Syamsuddin, Dekan Fakultas Syariah Ponorogo IAIN Sunan Ampel Surabaya waktu itu mencari tempat representatif menampung mahasiswa.
1973 silam, program Sarjana Muda itu diboyong ke area perkampungan di tepi Jalan Irian Jaya (sekarang Soekarno-Hatta, Red).
Tak lama bertahan, tiga tahun berselang, sekitar 1976 silam, kampus dipindah ke lantai dua ruko milik H. Idris (Pendiri Ponpes Al Idris) di Jalan Urip Sumoharjo (Ursum), Ponorogo.
‘’Saat itu saya ingat betul, waktu itu banyak sekali mahasiswa yang pakai sepeda ontel dan hanya ada tujuh kelas di sini,’’ kenang Siti Noor Ainie, cucu H. Idris.
Keberadaan kampus IAIN bertumbuh besar, disokong tuntutan perkembangan dan organisasi perguruan tinggi saat itu. Hingga terbitlah Keputusan Presiden (Keppres) 11/1997 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri.
Sejak itulah Fakultas Syariah Ponorogo IAIN Sunan Ampel Surabaya resmi menjadi Sekolah tinggi Agama Islam (STAIN) Ponorogo, pun, lepas dari IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Status baru itu menjadi angin segar. Bermodal tekad, STAIN mengakhiri kampus nomaden dengan membeli tanah di sudut Jalan Pramuka, Siman, 1978 silam. Tempat itulah yang menjadi lokasi STAIN hingga kini.
Selama kurang lebih 19 tahun, estafet kepemimpinan (Ketua STAIN Ponorogo) berlangsung empat periode. Mulai H. Anshor M. Rusydi (1998-2002); H. Sugihanto, M.Ag., (2002-2006); H. A. Rodli Makmun, M.Ag., (2006-2010), serta Hj. S. Maryam Yusuf, M.Ag., (2010-2021). STAIN Ponorogo resmi alih status menjadi IAIN Ponorogo pada 2016 lalu.
‘’Total ada empat tempat yang pernah menjadi lokasi pembelajaran IAIN, dan sekarang membangun kampus lagi di kecamatan Jenangan,’’ ujar Anshor M. Rusydi.
IAIN tak berhenti bertransformasi. IAIN mengembangkan perluasan hingga berdirinya kampus II di Desa Pintu, Jenangan dan diresmikan 2017 lalu.
Sejak 2021, pucuk pimpinan (Rektor IAIN Ponorogo) diamanahkan pada Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag.
Pun, kini tengah berproses alih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo. ‘’Usaha kolaborasi dan sinergi ini sudah sejak 2022, semoga tahun ini segera ada keputusan,’’ kata Evi.
Sejatinya, Kemenag telah menyatakan layak lolos, berkas dari Kemenag telah diserahkan ke Kemen PAN-RB. Pun, saat ini IAIN Ponorogo menantikan hasil dari kementerian tersebut.
Diperkirakan Oktober 2024, keputusan tersebut turun.
Saat ini, IAIN mempersiapkan penambahan tiga fakultas baru.
Yakni, Fakultas Psikologi, Humaniora, dan Sainstek. Harapan kebesaran IAIN menjadi UIN untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Ponorogo tersemat seiring hari jadi ke-54. (gen/kid)
Sejarah Panjang IAIN Ponorogo
1 Februari 1968
Berdiri Akademi Syariah Abdul Wahhab (ASA) yang menjadi cikal bakal IAIN Ponorogo
Ide tercetus dari KH. Syamsuddin dan KH. Chozin Dawoedu di Ponpes As Syafi'iyah Durisawo Ponorogo
12 Mei 1970
ASA resmi berstatus Fakultas Syariah Ponorogo IAIN Sunan Ampel Surabaya
1973
Kampus diboyong ke area perkampungan di tepi Jalan Irian Jaya (sekarang Soekarno-Hatta)
1976
Kampus kembali diboyong ke lantai II milik H. Idris (Pendiri Ponpes Al Idris) di Jalan Urip Sumoharjo (Ursum)
1997
Fakultas Syariah Ponorogo IAIN Sunan Ampel Surabaya resmi berstatus Sekolah tinggi Agama Islam (STAIN) Ponorogo, lepas dari IAIN Sunan Ampel Surabaya
1978
STAIN Ponorogo boyong kampus ke Jalan Pramuka hingga kini
2016
STAIN Ponorogo resmi alih status menjadi IAIN Ponorogo
2017
IAIN Ponorogo meresmikan kampus II di Desa Pintu, Jenangan, Ponorogo
2022
IAIN Ponorogo mulai berproses beralih status menjadi UIN Ponorogo
Fakultas Syariah Ponorogo IAIN Sunan Ampel
- M.H. Aboe Amar Sjamsoeddin, Dekan Fakultas Syariah Tahun 1970-1975
- H. A. Herry Aman Zainuri, Dekan Fakultas Syariah Tahun 1975 – 1983
- H. Sjamsul Arifin AR, Dekan Fakultas Syariah Tahun 1983- 1988
- H. Zein Soeprapto, Dekan Fakultas Syariah Tahun 1988- 1991
- Mohammad Sofwan, Dekan Fakultas Syariah Tahun 1991 – 1994
- H. Nardoyo, Dekan Fakultas Syariah Tahun 1994 – 1998
Ketua STAIN Ponorogo (1997-2016)
- H. Anshor M. Rusydi (1998-2002)
- H. Sugihanto, M.Ag., (2002-2006)
- H. A. Rodli Makmun, M.Ag., (2006-2010)
- Hj. S. Maryam Yusuf, M.Ag., (2010-2016)
Rektor IAIN Ponorogo (2016-sekarang)
- Hj. S. Maryam Yusuf, M.Ag., (2016-2021)
- Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag (2021-sekarang)