PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bermunculan kembali survei enam bulan jelang Pilkada November mendatang. Kali ini, Lembaga Survei Indopol merilis hasil survei elektabilitas para kandidat. Hasilnya, poros petahana Sugiri Sancoko mendominasi dengan tingkat elektabilitas tertinggi di angka 52,68 persen.
Sementara itu, Ipong Muchlissoni versi Indopool di urutan kedua dengan jarak tebal di angka 2,93 persen. Disusul Agus Pramono, Ali Mufti, Ibnu Multazam masing-masing 0,49 persen. Didik Subagio, Supriyanto, Markum, serta Miseri Efendi sama 0,24 persen.
‘’Kami sodorkan ke masyarakat siapa bupati yang cocok pimpin Ponorogo, hasilnya muncul beberapa nama termasuk nama Bupati Markum yang telah meninggal,’’ kata Direktur Indopol Jawa Timur Fauzin.
Fauzin membeber peta tingginya elektabilitas Sugiri nyaris merata 21 kecamatan. Pengecualian enam kecamatan yang menjadi beban pundak Sugiri. Yakni Kecamatan Babadan, Jetis, Sooko, Slahung, Badegan, serta Jambon.
Meski elektabilitas Sugiri lumayan tinggi, namun jumlah responden yang menjawab tidak tahu alias swing voters lebih tinggi. ‘’Peta ini kalau di-follow up kandidat lain, dan dibuat tim yang baik dengan berbagai macam pendekatan tentu bisa mengerek elektabilitas mereka,’’ jelasnya.
Kendati hasil survei menempatkan petahana dengan angka tinggi, Fauzin menegaskan bahwa angka tersebut bukan jaminan bisa bertahan hingga coblosan 27 November mendatang. Mesin partai, kinerja politik, dan komandan tempur di lapangan menjadi kunci.
Bahkan, menurutnya bukan hal mustahil elektabilitas petahana tergerus berpindah ke kandidat penantang. ‘’Kalau dalam beberapa bulan yang punya tren tinggi salah ambil langkah tentu bisa ganggu elektabilitas, juga sebaliknya,’’ ujarnya.
Sisa enam bulan bukanlah waktu yang panjang. Fauzin juga berpesan agar kandidat yang siap berhadapan dengan petahana wajib kerja ekstra. Dinamika politik serta kepercayaan masyarakat merupakan indikator utama.
Adapun survei melibatkan 410 responden pada 23-28 April lalu. ‘’Calon yang belum dapat partai harus kerja keras mendongkrak elektabilitas agar dilirik partai politik. Kalau tidak, ya, maju independen,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto