PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Jangan bermain api jika tak ingin terbakar. Peristiwa di Ponorogo ini bisa jadi contohnya. Empat orang terluka saat menerbangkan balon udara.
Peristiwa tersebut membuat geger warga Dusun Tengah, Desa Muneng, Balong, Ponorogo, Senin pagi (13/5).
Suara ledakan keras terdengar memekakkan telinga saat jarum jam baru menunjuk pukul 06.00 WIB. Sejumlah warga menyebut dentuman mirip suara bom meledak.
Tak ayal, warga pun semburat berlarian menuju jalan desa. Meninggalkan aktivitas mereka untuk mencari sumber suara.
Usut punya usut, suara berasal dari area persawahan dusun setempat. Mereka bergegas berlarian menuju lokasi.
Warga baru mengetahui jika bunyi ledakan berasal dari petasan atau mercon balon udara yang coba diterbangkan sejumlah remaja setempat.
Informasi yang dihimpun, mercon meledak lebih dulu sebelum balon mengudara. Empat remaja tergeletak bersimbah darah di bawah balon udara yang gagal terbang itu.
“Dari keterangan sementara, para remaja ini menerbangkan balon dan saat menyalakan mercon langsung meledak mengenai empat remaja,’’ kata Kapolsek Balong AKP Agus Wibowo.
Salah seorang remaja berinisial IND, satu dari empat korban, segera dilarikan ke RSUD dr. Harjono, Ponorogo.
IND mengalami luka bakar serius lantaran diduga persis berada di bawah balon udara saat insiden tersebut. Sementara tiga remaja lain dirawat oleh keluarga di rumah masing-masing.
“Kami masih mendalami keterangan korban karena saat ini sedang dirawat intensif,’’ jelasnya.
Agustina Wulandari, Dokter Jaga IGD RSUD dr. Harjono Ponorogo menyatakan bahwa IND mengalami luka bakar lebih dari 63 persen akibat ledakan tersebut.
Luka yang dalaminya hampir merata ke seluruh bagian tubuh, mulai kepala, hingga paling parah di area sensitif. Kondisi IND lemah saat masuk ke IGD.
“Sudah dalam penanganan dan kondisi pasien sekarang sudah stabil. Mayoritas melepuh, tapi tidak terlalu dalam,’’ jelas Agustina.
Kapolres Ponorogo AKBP Anton Prasetyo menegaskan bahwa pihak kepolisian menerapkan proses hukum atas kejadian tersebut.
Baik itu kepada para pembuat maupun penerbang balon udara. Bahkan, menurutnya penelusuran bakal sampai pada penyokong dana. Saat ini pihaknya tengah menggali informasi dari para saksi.
‘’Kami kesulitan menemui tiga korban lain karena pintu rumah tertutup semua,’’ kata Anton. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya