PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Ada-ada saja yang dilakukan calon jemaah haji (CJH) asal Ponorogo ini.
Mereka memiliki cara tersendiri untuk memberi penanda pada koper yang dibawanya ke tanah suci.
Seolah identitas yang tertempel pada koper mereka kurang cukup. Padahal kain putih sebagai cover tas koper mereka tertera jelas namadan foto masing-masing CJH.
Bahkan kiat mereka terbilang unik. CJH sengaja mengikat sejumlah barang ke koper yang berisi bawang bawaannya.
Seperti botol infus, kain jarik, gelas minum, boneka hingga bebek mainan yang terbuat dari karet.
Dian Riyana, keluarga keluarga CJH asal Desa/Kecamatan Siman, Ponorogo, mengaku sengaja menggantung mainan bebek berbahan karet di koper milik orang tuanya.
Bebek berwarna kuning itu adalah mainan anaknya ketika mandi. Itu dilakukannya untuk mempermudah orang tuanya mencari kopernya saat di bandara.
"Biar mudah saja, karena sudah sepuh juga. Jadi takut kesulitan kalau harus cari nama dan id,’’ ujar Dian.
Baca Juga: Imbas Insiden Balon Udara Meledak, Belasan warga Diperiksa Polisi, Dua Diantaranya Remaja Perempuan
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Ponorogo M. Nurul Huda mengungkapkan bahwa pemasangan atau penambahan aksesoris di koper CJH adalah pemintaan petugas.
Tujuannya cuma sebagai penanda. Dengan cara tersebut, diharapkan CJH tidak kebingungan saat mencari koper mereka ketika di bandara.
"Penandanya kami minta yang bermanfaat digunakan, tidak berbahaya, dan tidak berpotensi mengganggu penerbangan,’’ jelasnya.
Maklum, koper yang disediakan pemerintah untuk para CJH seragam se-Indonesia. Tidak heran jika aksesoris yang dipasang beragam bentuknya dan terbilang unik.
Bahkan bentuknya cukup mencolok. Hal itu jelas mudah dikenali oleh pemilik tanpa harus melihas identitas yang tertera di koper.
Selain identitas, setiap koper jemaah haji juga ditimbang sebelum diterbangkan ke Tanah Suci. Masing-masing bawaan dilarang melebihi batas 32 kilogram.
Jika overweight, jemaah wajib membongkar koper yang dibawanya dan mengurangi isinya.
"Kami timbang dahulu, dari pada kelebihan saat di bandara nanti mengganggu konsentrasi jamaah. Sementara tidak ada yang kelebihan berat,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya