PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Insiden mercon balon udara di Desa Muneng, Balong dan Desa Blembem, Jambon, Ponorogo menarik perhatian Bupati Sugiri Sancoko.
Pasalnya, dua peristiwa yang menyebabkan sejumlah remaja berumur belasan tahun itu menjadi korban dalam kejadian mercon balon udara tersebut.
Pun, insiden ledakan mercon balon udara itu terjadi berturut selama dua hari belakangan. Bahkan dua orang korban menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka bakar yang dialami.
Kang Giri, sapaan Sugiri Sancoko, meminta seluruh warga Ponorogo untuk menghentikan perakitan mercon dan penerbangan balon udara.
Ia tidak ingin dibilang terlambat mengeluarkan pernyataan pelarangan tersebut. Hal itu lantaran pihak Pemkab Ponorogo mengklaim telah berungkali mengeluarkan laragan soal petasan dan balon udara.
Bahkan, lanjut Kang Giri, pemkab sempat mengeluarkan larangan keras soal balon udara sejak akhir ramadan lalu.
Sayangnya larangan itu belum sepenuhnya efektif. Jumlah balon udara memang berkurang jauh saat Idul Fitri lalu.
Baca Juga: Mercon Balon Udara di Ponorogo Kembali Memakan Korban, Dua Remaja Terkapar, Rumah Warga Rusak
Namun, Kang Giri mengaku kaget saat mendapati rombogan balon udara mengudara kembali pasca lebaran.
Bahkan, dua insiden dalam kurun waktu dua hari terakhir dilaporkan melukai enam orang warganya.
"Tengah malam kami dikabari Pak Kapolres bahwa ada ledakan mercon lagi, setelah Senin pagi itu, tentu kaget juga,’’ cerita Kang Giri.
Kang Giri sepakat balon udara dan mercon bukanlah tradisi warga Ponorogo. Menurutnya, balon udara itu banyak imbas negatifnya. Pun, juga membahayakan.
"Kalau luka kena ledakan itu siapa yang rugi? Pemerintah melarang bukan karena benci, tapi karena sayang dan ada dampak buruk yang dicegah,’’ tegasnya.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres setempat ihwal penanganan mercon dan balon udara tersebut.
Tak pandang bulu, dia ingin penanganan kasus tersebut dilakukan seadil mungkin. Pun memberi efek jera, hingga tak ada lagi masyarakat yang membuat balon udara atau mercon ke depan.
"Bersama polisi sampai tingkat desa, kami ingin muncul kesadaran, termasuk mengawasi kalau ada yang mau menerbangkan atau membuat (mercon dan balon udara, Red),’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya