PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Lagi - lagi sebuah insiden terkait mercon balon udara kembali terjadi di Ponorogo.
Seolah tak pernah takut, sejumlah remaja di Desa Blembem, Jambon, Ponorogo, merakit mercon yang akan digunakan sebagai aksesoris tambahan balon udara.
Kejadian mercon balon udara meledak di Desa Muneng, Balong, Ponorogo, beberapa hari sebelumnya tidak mereka jadikan pelajaran berharga.
Padahal kejadian yang memakan korban luka empat remaja saat berusaha menerbangkan balon itu belum hilang dari ingatan.
Pun, pihak kepolisian setempat tengah mengusut penerbangan balon tersebut. Penyidik Satreskrim Polres Ponorogo telah memeriksa 15 saksi dalam kejadian di Kecamatan Balong itu.
Disaat pengusutan tengah berjalan, insiden mercon balon udara justru terjadi. Ledakan mercon melukai dua remaja di Desa Blembem, Jambon pukul 22.00 WIB, Selasa (14/5).
Insiden yang terjadi satu hari setelah peristiwa di Balong itu membuat rumah kosong milik Lasemi RT 05 RW 08 desa setempat rusak.
Rumah tersebut dijadikan tempat meracik mercon untuk balon udara oleh sejumlah remaja. Kerasnya ledakan membuat rumah kayu porak-poranda.
Perabotan hingga genting ambyar. Dua remaja di bawah umur mengalami luka-luka akibat ledakan. Keduanya dilarikan ke klinik dan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
"Rumah kosong itu memang sering dibuat kumpul anak desa, saat itu mau racik mercon untuk balon udara,’’ kata Suparno, Kepala Dusun Dukuh desa setempat.
Suparno membeber runtutan kronologi insiden yang mengundang maut tersebut. Saat itu, sekitar tujuh remaja tengah nongkrong di lokasi.
Mereka merakit mercon sebagai aksesoris balon udara. Padahal pemilik rumah sudah melarang sebelumnya, namun mereka nekat.
Mereka diduga lalai saat menyiapkan bahan peledak. Suparno memperkirakan ada yang merokok saat momen krusial tersebut.
"Pemilik rumah sampai mematikan lampu agar mereka tidak datang. Tapi ternyata nekat, dan kemungkinan ada yang merokok saat itu,’’ ujarnya.
Rencananya, mereka akan menerbangkan balon udara dilengkapi mercon berukuran raksasa itu saat Idul Adha mendatang.
Dirinya menyebut balon udara yang akan diterbangkan bukanlah rakitan sendiri. Melainkan balon udara temuan.
Itu adalah balon udara yang dipungut saat mendarat di desa setempat. Para remaja tersebut hanya merakit mercon sendiri sebagai pelengkap balon udara.
"Balon udara di desa kami sudah tidak ada. Karena nemu jadi mereka pengin menerbangkan lagi, akhirnya buat merconnya,’’ jelasnya.
Ia juga menerangkan jika salah satu korbanledakan mercon adalah remaja yang masih berusia 13 tahun.
Bocah belasan tahun itu dilarikan ke IGD RSUD dr. Harjono, sementara satu remaja lain dilarikan ke klinik setempat.
Dokter IGD Rsud Dr Harjono Ponorogo, Amanda Teri mengatakan bahwa pasien mengalami luka bakar 12 persen.
Kendati mendapat perawatan intensif, pasien dalam kondisi sadar saat masuk IGD.
"Luka bakar pada wajah, lengan dan pinggang kanan, serta sebagian rambut,’’ jelas Amanda. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya