PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pihak kepolisian terus mengusut insiden dua ledakan mercon balon yang terjadi Senin (13/5) dan Selasa (14/5) lalu.
Penyidik Satreskrim Polres Ponorogo telah menetapkan 14 orang tersangka dalam kasus insiden mercon balon udara di Desa Muneng, Balong, Ponorogo.
Salah satu diantaranya oknum perangkat desa yang diduga sebagai donatur pembuatan mercon dan balon udara yang berujung pada meninggalnya satu remaja desa setempat.
Terbaru, penyidik juga telah menetapkan tersangka dalam kasus insiden ledakan mercon di Desa Blembem, Jambon Ponorogo.
Dalam insiden yang terjadi Selasa (14/5) itu, polisi menetapkan lima orang tersangka pada hari Jumat petang (17/5) lalu.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo, Iptu Guling Sunaka mengatakan bahwa empat tersangka tercatat masih di bawah umur.
Mereka diduga berperan sebagai peracik bahan peledak. Sementara satu orang tersangka lainnya adalah M. Nawawi, pemilik rumah kosong yang dijadikan tempat meracik mercon.
‘’Setelah kami lakukan gelar perkara, langsung kami tetapkan tersangka,’’ jelas Guling.
Guling menambahkan, baru kali ini pemilik rumah turut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus mercon balon udara yang ditangani polres setempat.
Nawawi disangkakan pasal 56 KUHP, yakni membantu terjadinya tindak pidana. Tersangka mengizinkan dan memberi kesempatan empat anak berhadapan dengan hukum (ABH) meracik mercon balon udara.
Bahkan, pemilik rumah kosong di DUsun Krajan, Desa Blembem, itu dikenakan pasal berlapis. Yakni UU Darurat 12/1951 yang juga dikenakan pada empat tersangka ABH.
‘’Kami harapkan ini jadi atensi, agar warga tidak mengizinkan rumah atau lainnya digunakan merakit balon udara apalagi mercon,’’ tegasnya.
Untuk membantu penanganan kasus tersebut, pihak Polres Ponorogo juga berencana mendatangkan Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur.
Penyidik ingin mendapat kepastian kandungan dan komposisi bahan peledak yang digunakan para tersangka.
‘’Seluruh bahan dibeli dari toko online, lalu dirakit. Sudah beberapa kali, jadi bukan pertama kali mereka membuat mercon,’’ ungkapnya.
Diketahui dalam insiden di Desa Blembem, Jambon, mercon meledak saat proses perakitan Selasa (14/5) lalu.
Dua remaja terluka akibat ledakan. Rencananya, mercon diterbangkan bersama balon udara saat Idul Adha mendatang. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya