Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ipong Muchlissoni Tanggapi Biasa Saja Hasil Survei Elektabilitas Bacabup Pilkada Ponorogo, Ini Alasannya

Sugeng Dwi N. • Rabu, 22 Mei 2024 | 23:30 WIB
Ilustrasi Pilkada 2024 di Madiun Raya (RADAR MADIUN)
Ilustrasi Pilkada 2024 di Madiun Raya (RADAR MADIUN)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Salah satu kandidat bakal calon bupati (bacabup) Pilkada Ponorogo Ipong Muchlissoni menggapi santai hasil survei elektabilitas yang muncul beberapa waktu lalu.

Ia terkesan tak ambil pusing soal elektabilitas yang dirilis lembaga survei Indopol Survey and Consulting dan Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) tersebut.

Hasil survei dua lembaga itu menempatkan rivalnya Sugiri Sancoko di posisi teratas. Selisih persentase elektabilitasnya jauh mengungguli Ipong, sapaan akrab Ipong Muchlissoni (selengkapnya lihat grafis).

Uniknya, ia justru merasa puas dengan hasil survei kedua lembaga tersebut. Ia memiliki alasan tersendiri terkait hal itu.

"Tanggapan saya ‘B’ (biasa) saja karena di April ini kami belum melakukan apa-apa. Bahkan belum sosialisasi ataupun pasang gambar,’’ kata Ipong.

Bahkan Ipong menilai angka yang didapat dalam hasil survei tersebut adalah pertanda baik. Berapapun angkanya, menurutnya, nama Ipong masih diterima masyarakat.

Terlebih, selama periode terserbut, poros rivalitas yang digawanginya belum bergerak melakukan manuver politik. Lebih cenderung wait and see strategi petahana Sugiri Sancoko.

Itulah sebabnya ia tak merasa berkecil hati. Ipong tetap percaya diri elektabilitasnya bakal terkerek naik pada survei terbaru mendatang.

"Saat survei pasti ditanya, kalau hari ini Pilkada siapa yang anda pilih? Dan saat itu masyarakat belum tahu kalau Ipong maju lagi, sekarang pasti hasilnya beda,’’ kelakar Ipong.

Dirinya membeber alasan di balik sikap santainya terhadap hasil survei. Ia membuka memori hasil

hasil survei internal pada dua pilkada terakhir.

Pilkada Ponorogo tahun 2020 misalnya, elektabilitas Ipong di periode sama saat itu sebesar 68 persen. Sementara, rivalnya Sugiri Sancoko hanya 5 persen.

"Ini survei dari lembaga kredibel, sekelas LSI (Lembaga Survei Indonesia) dan Pusdeham (Pusat Studi Demokrasi dan Hak Asasi Manusia),’’ bebernya.

Namun fakta dilapangan berbicara lain. Ia harus mengakui keunggulan lawan politiknya itu. Sugiri Sancoko yang akhirnya terpilih menjadi Bupati Ponorogo.

Hasil sebaliknya justru terjadi pada Pilkada 2015. Hasil survei internal yang dilakukan sembilan bulan sebelum pilkada, menunjukkan elektabilitas Ipong hanya 0,6 persen.

Sementara elektabilitas Amin selaku petahana waktu itu sebesar 62 persen, dan Sugiri Sancoko mencapai 11 persen.

"Hasilnya seperti yang diketahui, Pilkada 2015 Ipong jadi bupati,’’ ungkapnya bangga.

Ipong berpegang prinsip bahwa Pilkada Ponorogo terlampau dinamis. Ibarat esuk dele sore tempe (pagi kedelai, sore sudah jadi tempe, Red).

Dia meyakini elektabilitasnya masih terus bergerak hingga coblosan 27 November mendatang.

"Semua masih bisa terjadi,’’ pungkasnya. (gen/kid)

 

Hasil Survei Indopol Survey and Consulting

Periode 23-28 April

Sugiri Sancoko 62,20 persen

Ipong Muchlissoni 1,71 persen

 

Hasil Survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI)

Periode 23-29 April

Sugiri Sancoko 56,2 persen

Ipong Muchlissoni 10,1 persen

Editor : Budhi Prasetya
#pilkada #hasil survei #Sugiri Sancoko #ponorogo #Ipong Muchlissoni