Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Soal Tudingan Ijazah Palsu, Bupati Ponorogo Siap Dipanggil Penyidik, Sugiri Sancoko: Berpolitiklah yang Indah

Sugeng Dwi N. • Rabu, 5 Juni 2024 | 20:30 WIB
TIDAK BENAR : Sugiri Sancoko membantah kabar burung yang menyebut dirinya hengkang dari PDI Perjuangan
TIDAK BENAR : Sugiri Sancoko membantah kabar burung yang menyebut dirinya hengkang dari PDI Perjuangan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi tak mengenakkan kembali menghampiri Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Riwayat pendidikan bakal calon bupati (bacabup) di Pilkada Ponorogo itu kembali dipertanyakan.

Mirip yang pernah dialami oleh Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka beberapa waktu lalu, Sugiri Sancoko digoyang tudingan dugaan ijazah palsu.

Bahkan laporan dugaan pemalsuan ijazah Strata satu (S1) itu dilayangkan ke Bareskrim Polri oleh Forum Komunikasi Masyarakat Sipil (FKMS), Senin (3/6) lalu. 

Tudingan miring soal ijazah palsu itu bukan kali pertama dialamatkan ke Kang Giri, panggilan akrab Sugiri Sancoko.

Dua tahun lalu kabar tak sedap itu pernah santer terdengar sebelum akhirnya tenggelam.

Kang Giri, menilai pelaporan kembali dugaan kepemilikan ijazah palsu tersebut tak mendasar.

Menurutnya pelaporan tersebut merupakan kompor politik belaka seiring mendekati momen pilkada.

Dia membeber pelaporan serupa terjadi 2022 lalu. Ditreskrimum Polda Jatim telah mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) seiring tak ada bukti pelanggaran pidana.

"Kami pernah dilaporkan ke Polda Jatim dengan dugaan ijazah palsu dan sekarang muncul lagi di Bareskrim,’’ beber Kang Giri.

Kendati demikian, Kang Giri menegaskan bakal menghormati proses hukum yang ada. Dia siap jika sewaktu-waktu dipanggil ke meja penyidik terkait pelaporan tersebut.

Termasuk menyiapkan bukti yang diperlukan jika memang pelaporan tersebut tidak hanya gertak sambal semata.

"Kami pernah diperiksa, banyak sekali pertanyaannya. Pihak kampus, rektor sampai alumni komplit juga sempat diperiksa Polda Jatim ketika itu,’’ ujarnya.

Dia berharap politik identitas tak dijadikan senjata pada Pilkada ini. Menurutnya pemilihan bukanlah ajang tarung bebas.

Melainkan beradu visi, misi, dan program, serta kedewasaan dalam membangun Ponorogo. Dia menilai dengan jalan tersebut menunjukkan demokrasi dan kualitas Pilkada.

"Jangan sampai politik Ponorogo mengalami kemunduran, berpolitiklah yang indah, memberi moral dan contoh,’’ tegasnya.  

Diketahui, FKMS melaporkan dugaan ijazah palsu milik Sugiri Sancoko. Mereka mengklaim, dari data yang dimiliki ijazah tersebut tidak ditemukan alias fiktif.

"Kami dari FKMS melaporkan dugaan penggunaan ijazah palsu yang dilakukan oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko," kata Ketua FKMS Sutikno, kepada wartawan di Bareskrim Polri. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#Bupati Ponorogo #pilkada #Sugiri Sancoko #ijazah palsu #gibran rakabuming raka