PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Posisi Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabupaten Ponorogo jelang pilkada ibarat madu yang menarik perhatian lebah.
Bagaimana tidak, saat ini PAN tengah ditarik-tarik masuk gerbong koalisi kubu Petahana Sugiri Sancoko dan rivalnya Ipong Muchlissoni.
Entah apa yang membuat pamor PAN itu begitu mempesona, toh raihan suara suara dalam pemilihan legislatif (pileg) lalu cuma menghasilkan tiga kursi DPRD Ponorogo.
Sekedar informasi, DPD PDI Perjuangan dan DPW PAN sepakat bekerjasama dalam pilkada di 13 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Kesepakatan koalisi itu terjalin usai kedua elite partai politik (parpol) menggelar pertemuan tertutup di Rumah PAN Jatim, Selasa (4/6) lalu.
Lalu apakah Ponorogo salah satu dari 13 kabupaten/kota yang masuk daftar koalisi tersebut ?
"Belum ada instruksinya, tapi kami (PDIP-PAN) sudah punya kemistri sejak pilkada sebelumnya,’’ ujar Wakil Ketua Bidang Politik DPC PDIP Ponorogo Agung Priyanto.
Agung menyebut tanpa PAN, memori kemenangan PDIP saat mengusung pasangan Sugiri Sancoko dan Lisdyarita pada Pilkada 2020 lalu terancam buyar.
Diakui, PDIP saat itu cupet modal raihan kursi di DPRD Ponorogo. PAN punya andil signifikan dengan menyumbang tiga kursi sebagai syarat pendaftaran.
Alhasil, tambahan empat kursi PDIP dan PPP serta Hanura masing-masing satu kursi, paslon Sugiri-Lisydarita bisa mendaftar sebagai kontestan pilkada.
Bahkan, koalisi yang dibentuk PDIP bersama PAN, PPP dan Hanura itu sukses mengantarkan pasangan Sugiri-Lisdyarita memenangkan kontestasi, mengalahkan Ipong Muchlissoni.
"Kami prinsipnya sedang berkomunikasi politik dengan semua partai. Kalau nanti Jatim (DPD) ada arahan koalisi tentu kami tunduk dan patuh,’’ jelasnya.
Setali tiga uang, DPD PAN Ponorogo menantikan instruksi dari DPW terkait koalisi. Hal itu ditegaskan oleh sekretaris DPD PAN Ponorogo Puryono.
Ia mengungkapkan, keputusan koalisi sepenuhnya berada ditangan DPP. Tidak terkecuali keputusan koalisi antara PAN dengan PDIP.
"Sementara belum ada keputusan untuk koalisi, tidak hanya dengan PDIP tapi partai manapun,’’ beber Puryono.
Saat disinggung mengenai statmen salah satu elite parpol pengusung Ipong yang menyebut clue parpol pemilik tiga kursi dipastikan bergabung dalam koalisi Partai Nasdem, Purtono tetap bergeming.
Dirinya hanya menjawab bahwa urusan koalisi tidak lepas dari andil DPD partai setingkat kabupaten.
“Siapa yang mendapat rekomendasi nanti, tentu akan kami sampaikan lewat masukan yang selama ini kami bangun di daerah dengan partai maupun calon,’’ tegasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya