PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Suhu persaingan pemilihan kepala daerah (pilkada) Ponorogo mulai terasa tipis-tipis.
Hal itu terlihat dari sejumlah kegiatan sosok-sosok yang menjadi kandidat bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) Pilkada Ponorogo.
Seperti pemasangan baliho bergambar Segoro Luhur Kusumo Daru di wilayah barat Ponorogo atau lebih dikenal dengan istilah kulon kali (barat Sungai Sekayu Ponorogo, Red).
Memang tidak ada yang istimewa dari baliho bacawabup yang merupakan kader muda Partai Gerindra itu.
Momen pemasangannya berdekatan dengan rencana Bupati Ponorogo bakal ngantor di Kecamatan Ngrayun.
Hal itu memunculkan spekulasi jika kubu petahana Sugiri Sancoko menarik simpati warga Ngrayun yang diketahui merupakan basis pendukung Ipong Muchlissoni.
Baca Juga: Viral Video Bus Milano Trans Terobos Portal dan Rambu Ketinggian di Jalan HOS Cokroaminoto Ponorogo
Sementara Segoro luhur selama ini yang santer dikabarkan bakal menjadi pendamping Ipong itu berusaha menggaet dukungan di wilayah yang identik dengan pendukung Sugiri.
Memang pada pilkada sebelumnya, raihan suara Kang Giri, panggilan akrab Sugiri Sancoko di wilayah kulon kali cukup besar.
Warga Kecamatan Sukorejo, Badegan, hingga Sampung mayoritas memberikan suara ke Kang Giri yang notabene juga diketahui warga kulon kali.
Baca Juga: Alami Penyumbatan Pembuluh Darah, Seorang Jemaah Haji asal Ponorogo Meninggal di Makkah
Namun agaknya itu hanya spekulasi liar semata. Pasalnya dalam baliho Segoro Luhur tidak ada gambang Ipong.
Alhasil, klaim terhadap putra kandung ketua DPC Gerindra menjadi bacawabup Ipong itu mulai dipertanyakan.
Gayung bersambut, Segoro Luhur mengaku keputusan menjadi pendamping Ipong belum final 100 persen.
Menurutnya pemasangan Ipong-Luhur sebatas wacana dan perbincangan saat berada di Kantor DPW Nasdem Jatim belum lama ini.
"Dari Gerindra belum dapat rekomendasi. Apakah memang nanti bisa maju atau langsung Ketua DPC Gerindra (ayahnya Red) yang dapat rekomendasi sebagai bacabup kami belum tahu,’’ ucapnya.
Luhur menegaskan bahwa masih ada peluang dan kesempatan bagi Gerindra menentukan sikap politik.
Entah itu mencalonkan kader sebagai bakal calon bupati (bacabup) atau wakil. Termasuk membangun koalisi bersama partai politik (parpol) lainnya.
"Partai mendukung kader ikut kontestasi. Bisa calon bupati atau wakil, tapi dengan siapa belum ada keputusan,’’ tegasnya.
Segoro Luhur menyatakan bahwa dirinya saat ini fokus mewujudkan dorongan masyarakat dan partai untuk masuk dalam bursa pilkada.
Yakni, dengan turun dan terjun langsung ke akar rumput, serta minta restu dari tokoh. Perkara Gerindra mengajukan bacabup atau wakil, menurutnya soal belakangan.
"Ini mulai turun ke wilayah, minta doa restu tokoh-tokoh,’’ tambahnya.
Baca Juga: Kader Muda PKB siap Dipasangan dengan Sugiri atau pun MDS, Andy: Manut, Kalau Direkom Jadi Bacawabup
Pemuda kelahiran 14 Juli 1977 itu optimis mampu bersaing dengan kandidat yang maju dalam Pilkada.
Pun dirinya punya modal dari hasil Pileg DPRD Jatim dapil IX lalu dengan perolehan 35.874 suara. Mayoritas suara yang dikantongi Luhur berasal dari Ponorogo, yakni sebesar 31.080 suara.
"Intinya siap menyongsong Pilkada,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya