MAKKAH, Jawa Pos Radar Madiun – Serangkaian persiapan dilakukan jemaah bimbingan Uskinu (Umrah dan Haji bersama Kiai NU) Ponorogo jelang rangkaian puncak ibadah haji.
Sedikitnya 119 jemaah mulai mempersiapkan kebutuhan ibadah nanti. Diputuskan tanazul, nantinya jemaah tidak bermalam di Mina.
Pembimbing Uskinu Ponorogo KH. Marhaban Ahmad. S.Ag, M.PdI mengatakan, rapat dengan ketua kloter dilakukan Rabu (12/6) lalu.
Hasilnya, diputuskan kloter 20 melakukan tanazul saat di Mina nanti. Usai mabit di Mina hingga matahari terbit, jemaah bakal bergeser lempar jamrah.
Lanjut kembali ke hotel siang harinya dan beristirahat, kemudian melanjutkan aktivitas sore harinya. Tanazul merupakan solusi fikih atas kepadatan jemaah.
"Termasuk jemaah bimbingan Uskinu,’’ ujarnya.
Keputusan tanazul mempertimbangkan ketersediaan tenda di Mina tidak mencukupi. Tenda yang seharusnya diisi empat kloter harus digunakan untuk dua kali lipatnya.
Hingga dikawathirkan penuh sesak dan membahayakan jemaah. Apalagi, tidak sedikit jemaah berusia lanjut usia (lansia).
"Karena masalah kesehatan dan keamanan akhirnya diputuskan tanazul. Jadi nanti bolak-balik hotel selama puncak haji Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) berlangsung,’’ jelasnya.
Pengasuh Ponpes Ilhamul Qudus Klego Ponorogo tersebut memastikan tanazul telah menjadi keputusan bersama.
Pun, dipastikan tidak melanggar syariat, ataupun tata cara pelaksanaan ibadah haji.
Kebijakan tersebut bukan hanya dilakukan bagi jemaah bimbingan Uskinu, namun juga berlaku bagi sejumlah negara lainnya.
‘’Secara agama dan syariat diperbolehkan, tidak mengganggu prosesi ibadah haji,’’ tandasnya. (gen/kid/*)
Editor : Budhi Prasetya