Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Rumput Stadion Gontor Lebih Bagus Ketimbang Stadion Bathoro Katong, Pemkab Ponorogo Datangkan Zoysia Japonica

Sugeng Dwi N. • Kamis, 20 Juni 2024 | 00:30 WIB

TIDAK LAYAK: Kondisi rumput di Stadion Batoro Katong Kabupaten Ponorogo tak terlihat hijau selaiknya lapangan sepak bola.
TIDAK LAYAK: Kondisi rumput di Stadion Batoro Katong Kabupaten Ponorogo tak terlihat hijau selaiknya lapangan sepak bola.

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun – Aliran bola dalam pertandingan Timnas Indonesia All Stars melawan Gontor FC beberapa waktu lalu terlihat lancar menggelinding.

Pertandingan yang digelar di stadion milik Pondok Modern Darssalam Gontor, Kabupaten Ponorogo, itu sukses menghibur warga yang menonton pertandingan.

Kualitas stadion yang ada di Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, itu terbilang bagus. Rumput stadion tumbuh subur dan terlihat dirawat baik layaknya stadion berkelas.

Baca Juga: Jelang Pertandingan Timnas Indonesia Vs Filipina, Evan Dimas dkk Menang 3-1 atas Gontor FC

Kontras jika dibandingkan dengan kondisi rumput Stadion Batoro Katong, yang jadi kebanggaan warga Bumi Reog.

Seperti peribahasa rumput tetangga lebih hijau, tapi itulah fakta dari makna sebenarnya yang bukan sindiran.

Pasalnya, kondisi rumput Stadion Batoro Katong sudah menahun jadi gunjingan para pecinta sepak bola bahkan warga yang memanfaatkan fasilitas olah raga tersebut.

Sadar akan hal itu, akhirnya Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo tergerak meningkatkan kualitas Stadion Batoro Katong.

Tak tanggung-tanggung, duit Rp 700 juta dikucurkan untuk mengganti rumput stadion dalam tiga bulan ke depan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disbudparpora Ponorogo Yesi Daniel Tri Baskoro mengatakan, proses lelang ditarget rampung sebelum akhir bulan ini.

Baca Juga: Rekomendasi PKB di Pilkada Ponorogo Belum Turun, Multazam : Pak Sugiri dan Bu Lisdyarita ke DPW Hanya Silaturahmi

Rencananya rumput yang diaplikasikan diimpor dari Jepang, zoysia japonica. Rumput tersebut diklaim berstandar FIFA, serupa dengan rumput di Stadion Gontor.

"Rumputnya sudah ada standarnya, jadi nanti kalau buat main sepak bola sudah nyaman,’’ kata Daniel.

Daniel memastikan lapangan sepak bola stadion bakal off selama pekerjaan berlangsung.

Tahapannya, dimulai dengan penggalian sedalam 10-15 sentimeter di area lapangan seluas 110 meter x 60 meter. Guna memastikan kontur tanah serta kemampuan menyerap air.

"Nanti diuruk tanah seperti walet dan ada timbunan pasir serta koral untuk resapan jadi tidak menggenang saat hujan,’’ ujarnya.

Baca Juga: Tiga Oknum Perangkat Desa Terseret Kasus Dugaan Korupsi Surat Segel Tanah, Pemdes Sawoo Kekurangan Personel

Selain itu, drainase bawah lapangan turut diperbaiki saat pekerjaan berlangsung. Khususnya, sprayer serta perpipaan kawasan itu.

Harapannya, proses penyiraman rumput nanti bisa dilakukan otomatis, pun memudahkan perawatan.

"Drainasenya sudah ada, termasuk water tank dan pipanya, tinggal nanti diperbaiki saat pekerjaan berlangsung,’’ tambah Daniel.

Disinggung nasib area jogging track di tepi lapangan sepak bola, Daniel mengaku area lingkaran tersebut bukan termasuk perbaikan tahun ini.

Dia berharap perbaikan jogging track dapat diajukan 2025 mendatang.

"Nanti hanya lapangan sepak bola ditambah 3 meter di setiap sisi luarnya. Untuk jogging track belum diperbaiki semoga bisa tahun depan,’’ tandasnya. (gen/kid) 

 

GANTI RUMPUT STADION BATORO KATONG

- Rp 700 juta alokasi anggaran

- 110 x 60 meter dimensi lapangan

- 3 meter dimensi luar lapangan

- 3 bulan target pekerjaan

MENGENAL RUMPUT ZOYSIA JAPONICA

- Berasal dari padang rumput pesisir di Asia Tenggara dan Indonesia

- Disebut rumput zoysia atau rumput Jepang

- Dikenal dengan spesies rumput abadi pendek yang merambat

- Rumput membentuk tikar,

- Tumbuh dengan rimpang dan stolon

Editor : Budhi Prasetya
#Batoro Katong #rumput #stadion #timnas indonesia #ponorogo