PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Tak perlu jauh-jauh pelesir ke Marina Bay Singapura dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) jika hanya ingin melihat dancing water fountain.
Cukup ke Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Pengunjung bisa menikmati pertunjukan dancing water fountain yang tak kalah menariknya.
Salah satu fasilitas di wisata andalan Kabupaten Ponorogo itu menyuguhkan atraksi yang bisa menghibur wisatawan yang berkunjung ke Telaga Ngebel saat akhir pekan.
Wahana dancing water fountain atau air terjun menari di objek wisata yang menawarkan panorama alam itu dibangun Pemkab Ponorogo baru tahun lalu.
Meski tergolong masih baru, fasilitas tersebut mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.
Ajeng Kusuma, salah satu pengunjung, mengaku rela datang dari Kabupaten Magetan demi menyaksikan pertunjukan dancing water fountain.
Kendati ada Telaga Sarangan maupun Telaga Wahyu yang lebih dekat, Ajeng penasaran dengan air terjun menari warna warni di Telaga Ngebel.
Ia merasa terpukau dengan pertunjukan yang berlangsung selama 30 menit itu. Jauh melebihi ekspektasinya, bahkan bikin nagih.
"Berangkat sore, baru pertama ke Ngebel dan lihat pertunjukannya. Bagus ada musik dan lampunya juga,’’ katanya Sabtu (22/6) lalu.
Saking apiknya, Ajeng merasa kurang puas dengan durasi water fountain. Dia mengaku merasa nyesek di dada saat air terjun hanya menari setengah jam.
Termasuk ratusan pengunjung lain yang tampak menghela nafas panjang ketika pertunjukan permainan air mancur yang dikombinasikan dengan sorot lampu warna-warni itu berakhir.
"Mungkin sejak sore hari sudah ada air menarinya, sambil lihat matahari tenggelam kan bagus,’’ jelasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi menambahkan, pertunjukan water fountain menjadi salah satu daya tarik Telaga Ngebel.
Tercatat 158.184 pengunjung hingga pertengahan Juni ini. Sedikitnya, menyumbang pendapatan Rp 2,3 miliar. Asumsinya, setengah target PAD Rp 5,5 miliar tahun ini terpenuhi.
"Ini baru tiket masuk, belum ditambah fasilitas wahana seperti perahu naga yang kami miliki,’’ kata Judha.
Judha menambahkan, water fountain paling pas saat dinikmati malam hari. Selain warnanya bisa berubah, pertunjukan air mancur tersebut diiringi musik instrumental.
View air terjun itu makin menarik dengan tembakan lampu LED 3D wall dengan gambar yang berubah-ubah.
"Temanya beragam dan ada hologramnya, jadi menarik kalau malam,’’ ujarnya. (gen/kid)
FAKTA ANGKA WISATA TELAGA NGEBEL
158.184 jumlah kunjungan
Rp 2,3 miliar pendapatan
Rp 5,5 miliar target 2024
(Sumber: Disbudparpora hingga pertengahan Juni 2024)
Editor : Budhi Prasetya