PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah partai politik (parpol) di Kabupaten Ponorogo telah menunjukkan sikap politiknya dalam pilkada mendatang.
Meski terpecah ke kubu Sugiri Sancoko dan Ipong Muchlissoni, namun ada parpol yang cenderung membuka kemungkinan membangun koalisi poros tengah.
Namun tidak demikian dengan PKS. Parpol peraih tiga kursi DPRD dalam pileg bulan Februari lalu itu masih tetap bersikap adem ayem.
Mereka terbilang minim melakukan pergerakan dan manuver politik dalam bursa bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) Pilkada Ponorogo.
Padahal mereka memiliki modal yang sama dengan PAN. Raihan tiga kursi seharusnya menjadi nilai tawar bagi PKS menjadi bagian parpol pengusung pasangan bacabup-bacawabup.
Namun mereka tak ingin latah dengan buru-buru mengeluarkan surat tugas eperti yang telah dilakukan Partai Demokrat dan PAN.
Ketua Bappilu DPC PKS Ponorogo Suharlianto menegaskan bahwa partainya memilih wait and see.
Ia mengakui jika pihaknya masih sebatas menjalin komunikasi dengan para tokoh politik di Bumi Reog.
Kendati belum menentukan arah dukungan, Suharlianto menyebut PKS telah menjalin komunikasi dengan bupati petahana Sugiri Sancoko dan kubu Ipong Muchlissoni.
Termasuk juga berkomunikasi dengan dua nama pendatang baru, Didik Subagio (MDS) serta M. Harun Ar Rasyid (MHR).
"Total ada empat nama yang kami jalin komunikasi,'' jelas Suharlianto.
PKS punya alasan tersendiri dalah memilah, memilih, dan berhitung dalam menentukan koalisi.
Suharlianto menjelaskan, partainya membuka pintu lebar kepada siapapun yang ingin mengajukan diri maju dari PKS.
Tidak terkecuali parpol lain yang ingin membangun koalisi bersama. "PKS belum memberikan rekom kepada calon siapapun,’’ tegasnya.
Menyisakan dua bulan jelang pendaftaran pilkada, dia memastikan dalam waktu dekat PKS bakal mengerucut menentukan arah dukungan. Seiring intensitas komunikasi ditingkatkan.
"Sementara baru sebatas komunikasi dengan calon yang ada,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya