Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tragedi Kapak Maut Mono, Pelaku Pembunuhan Berjalan Santai usai Duel Berdarah dengan Kakak Kandungnya

Sugeng Dwi N. • Rabu, 26 Juni 2024 | 23:00 WIB
LOKASI KEJADIAN : Personel Polres Ponorogo saat olah TKP lokasi Ismu terkapar bersimbah darah usai berduel dengan Mono, adik kandungnya.
LOKASI KEJADIAN : Personel Polres Ponorogo saat olah TKP lokasi Ismu terkapar bersimbah darah usai berduel dengan Mono, adik kandungnya.

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun – Pihak kepolisian terus berusaha menyingkap tabir pembunuhan di Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo.

Penyidik Satreskrim Polres Ponorogo ingin memastikan motif sebenarnya dibalik tindakan keji Mono melukai Ismu, kakak kandungnya sendiri menggunakan kapak.

Ayunan kapak maut Mono mengakibatkan luka di kepala korban hingga membuat si kakak meninggal dunia di tepi jalan Dusun Mitir desa setempat.

Ironisnya, pelaku terlihat tenang usai terlibat duel berdarah itu. Ia meninggalkan lokasi kejadian dengan berjalan santai, sembari menenteng kapak maut yang masih berlumuran darah korban.

Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Ryo Pradana mengatakan, proses pemeriksaan Mono tengah dikebut.

Pelaku pembunuhan sadis di Desa Karangjoho, Badegan itu dicecar pertanyaan di meja penyidik.

Keterangan sementara, pelaku mengaku kesal dengan kakaknya lantaran sering terlibat cekcok.

"Sebelumnya juga pada 10 Juni juga pernah cekcok dan puncaknya terjadi saat pembunuhan itu,’’ kata Ryo.

Ryo membeber kasus kapak berdarah sang adik itu berawal saat Mono menebang pohon jati. Pohon tersebut menimpa pohon milik Ismu.

Merasa kesal, keduanya terlibat adu mulut. Sejatinya, Mono menawarkan ganti rugi namun ditolak oleh korban.

Tak ayal, cekcok kian memanas. Mono yang gelap mata tega membacok kakak kandungnya itu.

"Motifnya terkait menebang kayu. Hasil lidik, pelaku merupakan adik kandung korban,’’ tegasnya.

Ryo menambahkan, pemeriksaan kejiwaan bakal dilakukan terhadap pelaku dalam waktu dekat.

Penyidik ragu dengan kondisi psikologi pelaku yang tetap berjalan santai pulang ke rumah usai menghabisi nyawa kakak kandungnya.

Perilakunya itu seolah menunjukkan tidak ada rasa bersalah dan penyelasan meski baru saja menghilangkan nyawa saudara sedarahnya itu.

"Pasti kami periksa kejiwaan pelaku karena adik kandung sendiri dan tega melakukan ini,’’ jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Karangjoho, Badegan digegerkan penemuan Ismu yang bersimbah darah di tepi jalan dusun setempat.

Kakek berumur 73 tahun itu mengalami beberapa luka bacok pada bagian kepala, setelah telibat duel dengan adik kandungnya yang lebih muda tiga tahun. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#duel #pohon jati #KAPAK #pembunuhan #ponorogo