PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Suasana haru bercampur bahagia menyambut kedatangan jemaah haji asal Kabupaten Ponorogo dua hari berturut-turut kemarin (27-28/6).
Pihak keluarga jemaah kloter 19 dan 20 yang melakukan penjemputan memenuhi halaman Kantor Kemenag Ponorogo.
Salah satunya keluarga Hardjo Mislan, salah satu jemaah tertua dari Indonesia. Mereka menunggu dengan sabar kedatangannya.
Yang ditunggu pun akhirnya tiba. Hardjo Mislan terlihat tersenyum dan tak kuasa menahan linangan air matanya saat turun dari bus.
Sirman, putranya mengatakan bahwa selama menunaikan ibadah haji kakek 110 tahun itu dilimpahi kesehatan.
Bahkan, kakek 15 cucu itu menjalankan rangkaian ibadah haji tanpa kursi roda. Pun dia tak melewatkan kesempatan ibadah sunah di Madinah maupun Makkah.
"Sakit mungkin hanya dua hari saja waktu itu kena batuk. Kalau yang pakai kursi roda yang ibadah berat seperti tawaf,’’ ujar Sirman.
Kepala Kantor Kemenag Ponorogo M. Nurul Huda sedikitnya 620 jemaah diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini.
Dari total itu, dua jemaah haji meninggal dunia. Yakni, jemaah atas nama Istingah, dan Syarhi.
"Kepulangan rombongan kloter 19 tiba di Ponorogo Kamis (27/6) petang. Kloter 20 tiba Jumat (28/6) dini hari,’’ jelas Huda.
Selain itu, satu jemaah haji kloter 19, Kamirah asal Desa Bangunsari, Ponorogo terpaksa tinggal di Makkah.
Nenek 83 tahun itu, masuk RS An Noor, Makkah sehari jelang kepulangannya. Merujuk diagnosa dokter, Kamirah mengalami gangguan sesak nafas.
"Saat ini masih menjalani perawatan bersama petugas haji di sana. Nanti akan pulang ke Ponorogo ikut kloter penerbangan selanjutnya,’’ ujarnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya