PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Pelaksanaan Grebeg Suro 2024 di Alun-alun Kabupaten Ponorogo menjadi magnet yang menarik perhatian masyarakat.
Tumpah ruah ribuan warga yang mendatangi lokasi gelaran perayaan Grebeg Suro membawa dampak lain yang menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo.
Tentu saja soal kebersihan dari sampah yang dipastikan bakal berserakan di kawasan Alun-alun Ponorogo.
Baca Juga: Alhamdulillah, Jemaah Haji Tertua Pulang ke Ponorogo, Disambut Haru Kebahagiaan Keluarga
DLH Ponorogo berharap para pengunjung event Grebeg Suro di alun-alun peduli dengan kebersihan, caranya dengan membuang sampah pada tempatnya.
Kepala DLH Ponorogo Gulang Winarno mengatakan, atensi timbunan sampah telah dibahasnya dalam rapat bersama beberapa waktu lalu.
Selain menyebar tong-tong sampah di lokasi acara festival, mereka meminta para pemilik stan hingga pedagang sudi andil sosialisasikan kebersihan sampah.
Tidak terkecuali bekas tusuk pentol dengan ujung yang runcing berbahaya saat dibuang sembarangan.
"Kalau tusuk bekas pentol atau semacamnya kalau dibuang sembarangan ujung lancipnya berbahaya,’’ terangnya.
Gulang menambahkan, belasan pasukan kuning (petugas kebersihan, Red) dikerahkan ke lokasi saban malam. Mereka bertugas menyisir sampah di area Alun-alun
Baca Juga: Sampaikan Pandangan Umum RPJPD, DPRD Ponorogo Kawal Ketat Cetak Biru Pembangunan Tahun 2025-2045
"Kami siapkan kontainer sampah juga di pojok Alun-alun,’’ tambahnya.
Gulang berharap muncul kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Minimal membuang sampah pada tempatnya.
Apalagi, gelaran Grebeg Suro Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) hingga Festival Reog Remaja (FRR) bakal tercoreng bilamana sampah berserakan.
"Tentu tidak akan nyaman kalau nanti melihat festival reog di antara sampah-sampah,’’ tegasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya