PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Belum juga terbentuk dan resmi diumumkan ke publik, koalisi pendukung petahana Sugiri Sancoko di pilkada mendatang terancam ambyar.
Hal itu menyusul kabar jika DPC Demokrat Ponorogo menjalin komunikasi dengan rival Sugiri Sancoko, yakni Ipong Muchlissoni, bacabup yang diusung Partai Nasdem.
Tidak hanya itu, elite partai berlambang bintang mercy itu jika disebut-sebut berkomunkasi dengan ketua DPC Gerindra Ponorogo Supriyanto, yang dirumorkan menjadi koalisi Ipong.
Padahal sebelumnya, Sekretaris DPD PAN Ponorogo Puryono menyebut bahwa koalisi pendukung petahan bakal diisi PDIP, Demokrat, dan PAN.
"Masing-masing partai sudah mengeluarkan surat tugas. Kami satu gerbong mengusung Pak Giri,’’ ujar Puryono, awal bulan Juli lalu.
Seolah ingin menanggapi kabar soal koalisi yang disebut PAN itu, Ketua DPC Demokrat Miseri Efendi menegaskan jika surat tugas yang dikeluarkan DPP bukanlah rekomendasi.
Bupati petahana wajib menjalankan tiga tugas pokok seputar elektabilitas, mencari pendamping serta membentuk koalisi.
Jika tidak selesai tugas itu hingga pertengahan bulan depan, rekom Demokrat batal diturunkan pada petahana.
"Kalau isi tas tidak siap atau lainnya kurang, akan kami evaluasi kembali,’’ ujarnya.
Miseri tak segan menyebut bahwa jalinan komunikasi dengan partai politik (parpol) maupun kandidat lain tetap berjalan. Mulai Golkar, PPP, PAN, Gerindra hingga Nasdem dan PDIP.
"Baru saja beberapa waktu lalu bertemu juga dengan Pak Ipong (Nasdem) dan kontak-kontakan dengan Pak Supriyanto (Gerindra),’’ bebernya.
Disinggung kesepakatan Demokrat dengan PAN Jawa Timur berkoalisi di 15 daerah, Miseri tak ingin terburu mengumbar ke publik.
Entah bagian dari strategi yang tak ingin diketahui lawan, Miseri menegaskan bahwa kewenangan koalisi berada di tangan pusat.
"Kalau berbicara koalisi, DPC Demokrat tidak punya kewenangan. Itu yang menentukan DPP,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya