PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Sejumlah lukisan hasil karya seni seniman Kabupaten Ponorogo dipamerkan bersamaan dengan perhelatan Grebeg Suro 2024.
Lukisan hasil kreativitas seniman itu digelar di pameran untuk umum di Rumah R. Tondowinoto atau Ndoro Tondo Jalan HOS Cokroaminoto, Ponorogo.
Salah satunya lukisan surealis karya seniman legendaris Kabupaten Ponorogo Abdul Karim atau lebih populer dengan panggilan Mas Poor.
Baca Juga: Antipasi Terlibat Judi Online, Polres Ponorogo Periksa Handphone Anggota saat Apel Pagi, Hasilnya...
Lukisan berlabel SUSI karya maestro lukis asal Bumi Reog itu dibuat pada 1981 silam.
Lukisan yang menggambarkan perempuan muda Jawa itu dibanderol dengan harga puluhan juta.
Tak heran, karya tersebut merupakan karya tertua dalam pameran lukisan bertema Retrospektif tersebut.
''Total ada 65 lukisan yang dipamerkan mulai 2-5 Juli. Saat pembukaan sudah ada lima lukisan terjual,'' kata Titis Murjito, ketua panitia pameran lukisan.
Pameran lukisan yang digagas komunitas Shor Zambou tersebut bukanlah kali perdana digelar.
Setelah pameran pertama di Malang 2012 lalu, pameran serupa juga digelar di Jogjakarta 2014 lalu.
Selain di Rumah Ndoro Tondo, sejumlah lukisan karya bersama seniman komunitas Shor Zambou juga dipamerkan di pendapa Kabupaten Ponorogo.
"Untuk pameran bersama dilakukan komunitas Shor Zambou setiap tahunnya,’’ terangnya.
Gelaran pameran lukisan realisme itu menarik perhatian masyarakat. Nama Mas Poor diabadikan menjadi istilah angkatan seni untuk menandai perkembangan seni di Bumi Reog.
Mas Poor masuk angkatan lama atau angkatan pertama masuknya seni di kabupaten ini.
Tingginya animo warga berdatangan selaras dengan spirit maestro setengah abad lebih konsisten berkarya.
"Senang lihat lukisan, karena tertarik menjadi pelukis juga kalau sudah lulus sekolah,’’ ujar Nadia Ayu, salah seorang pengunjung. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya