PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Beragam tradisi turun-temurun menyambut 1 Sura (sistem penanggalan Jawa) atau 1 Muharam (kalender Islam) masih kental terasa.
Termasuk juga di Kabupaten Ponorogo. Salah satunya adalh ziarah makam leluhur atau tokoh yang memiliki peran penting di Bumi Reog.
Seperti yang dilakukan oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Kamis (4/7) kemarin. Bersama jajaran Forkopimda Ponorogo, dirinya melakukan ziarah makam bupati pendahulu.
Baca Juga: Awali Rangkaian Peringatan Hari Jadi Ngawi, Rombongan Bupati dan Forkopimda Gelar Ziarah Makam
Tradisi itu sudah enjadi warisan turun-temurun yang kerap dijalankan Bupati Ponorogo dalam perayaan Grebeg Suro.
Kang Giri, sapaan akrab Sugiri Sancoko, melakukan tabur bunga dan kirim doa ke lima makam para leluhur Bumi Reog.
Makam Batoro Katong atau Bathara Katong, adipati pertama sekaligus pendiri Kadipaten Ponorogo (era kerajaan Majapahit) di Desa Setono, Jenangan menjadi jujukan pertama.
Putra Prabu Brawijaya V itu juga dikenal sebagai tokoh yang melakukan syiar agama Islam di Kabupaten Ponorogo.
"Kita ada karena pendahulu, agenda ini kami lakukan rutin menjelang penutupan Grebeg Suro,’’ jelas Kang Giri.
Ziarah berlanjut ke Desa Tajug, Siman, makam KRMA Mertonegoro, bupati yang menginisiasi perpindahan pusat pemerintahan dari Kota Lama ke lokasi saat ini.
Baca Juga: Dilukis Sejak Tahun 1981 Silam, Karya Seniman Legendaris Ponorogo Dibanderol Puluhan Juta Rupiah
Berturut-turut ziarah ke makam R.M.A.A Tjokronegoro, Kelurahan Kauman, Ponorogo; serta Raden Merto Kusumo di Desa Srandil, Jambon; terakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP).
"Kami berjuang bersama meneruskan cita-cita leluhur, kami berjanji sambil berziarah,’’ tambahnya.
Kang Giri berharap masyarakat turut mengenang jasa para pendahulu dan pahlawan. Menjadi panutan, serta cita-cita kelak.
"Semoga diampuni segala dosanya, ditempatkan di surga Allah,’’ harapnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya