PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Niat Danang Saputra mempersunting pujaan hatinya, Dita Eka Wahyu Sukmawati tunai sudah.
Jumat (5/7) kemarin, Danang mengucap janji pernikahan di hadapan penghulu. Istimewanya, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menjadi saksi akad nikah.
Namun bukanitu yang jadi daya tarik pernikahan Danang dan Dita tersebut. Melainkan seeokor sapi berwana coklat yang dibawa pengantin pria.
Baca Juga: Tiga Pusaka Grebeg Suro 2024, Arus Lalin Enam Ruas Jalan Dialihkan Sementara
Ya, Danang mempersembahkan seekor sapi, seperangkat alat salat, uang tunai Rp 5,7 juta, serta cincin emas tiga gram, sebagai mahar pernikahannya.
Mas kawin tak lazim itu sengaja dibawa warga Wagir Kidul, Pulung, Ponorogo, itu bukan tanpa alasan.
Dia yang peternak sapi telah bernazar jauh hari saat menggeluti usahanya itu. Sapi berbobot ratusan kilogram itu bahkan ditaksir laku hingga Rp 20 juta.
Diangkut menggunakan pikap, sapi dituntun langsung mempelai pria saat ikrar di Masjid KUA Pulung.
"Alhamdulilah diterima oleh mempelai perempuan dan keluarga, nanti rencananya mau dipelihara sama istri, kalau diperbolehkan nanti bisa diputar lagi untuk usaha,’’ ujar Danang.
Kepala KUA Pulung, M. Sudartono mengaku sempat terkejut saat mendapati mas kawin tak lazim itu.
Baca Juga: Bupati Sugiri Sancoko Ziarah Makam Adipati Pertama Ponorogo jelang Penutupan Grebeg Suro 2024
Berpuluh tahun menjadi penghulu, baru kali pertama ada mempelai yang menjadikan sapi sebagai mahar.
"Boleh-boleh saja, asalkan kedua pihak sama-sama menerima dan sapinya juga ada dan dihadirkan, kemudian ada kuitansi bermaterai senilai harga sapi,’’ ujarnya.
Kang Giri, sapaan bupati, tak kalah heran. Baru pertama ini dari ratusan undangan pernikahan yang dihadirinya, mempelai laki-laki mempersembahkan mahar tak bisa.
"Danang ini pemelihara sapi luar biasa, sapi sakit sapi kurus, jadi bagus. Dengan mas kawin seekor sapi menunjukkan ke anak-anak muda mari beternak, semangat Danang ya,’’ kata Kang Giri. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya