PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Kabar DPD Golkar Ponorogo ingin mengusung kadernya Rahmat Taufik (RT) di pilkada beberapa waktu lalu agaknya mulai menguap.
Pasalnya tidak terdengar lagi mereka getol menjagokan kadernya itu belakangan ini. Terbukti tidak ada hingar bingar soal pencalonan RT secara resmi di Pilkada Ponorogo.
Pun, bisa dibilang DPD Golkar Ponorogo cenderung adem ayem menyikapi perkembangan politik belakangan ini.
Terbaru, mereka justru membuka jalan pintas bagi para kandidat bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) yang berhasrat mengantongi rekomendasi.
Partai berlogo pohon beringin itu mempersilakan para kandidat melakukan bypass dengan langsung melakukan komunikasi politik ke DPP atau istilahnya nembusi pusat.
Sekretaris DPD Golkar Ponorogo Eko Priyo Utomo menyebut jika rekomendasi memang menjadi kewenangan DPP.
"Prinsipnya Golkar terbuka untuk siapapun. Monggo kalau calon mau langsung ke DPP itu lebih baik,’’ kata Sekretaris DPD Golkar Ponorogo Eko Priyo Utomo.
Secara tidak langsung, dirinya seolah mengisyaratkan jika bypass itu memangkas lobi-lobi politik yang bisa dipangkas oleh bacabup-bacawabup yang masung di pilkada mendatang.
Eko menyatakan bahwa jalan pintas yang dimaksudnya itu juga berlaku pada pembentukan koalisi.
Kendati mengaku telah klik dengan sejumlah partai politik (parpol), namun hingga kini tak ada satupun yang berani dengan lantang mendeklarasikan koalisi.
Sebab khawatir komposisi dan dukungan yang dibangun tidak sejalan dengan rekomendasi yang diturunkan DPP.
"Karena kalau kami bangun koalisi dengan partai A, tapi rekomnya berbeda tentu harus ada perubahan lagi,’’ jelasnya.
Dari pada tidak sejalan dan seirama dengan pusat, pihaknya pilih wait and see. Eko memastikan Golkar tidak membuka pendaftaran.
Namun, para elit DPD Golkar Ponorogo sepakat mengusung Rahmat Taufik (RT) untuk tetap mendapatkan rekomendasi bacabup di pilkada.
Toh, modal lima kursi yang dimiliki Golkar, cukup menjadi pemikat agar dilirik kandidat.
"Kami sudah memberikan usulan dan masukan terkait kondisi perpolitikan di Ponorogo, tinggal menunggu surat tugas atau rekomendasi diberikan kepada siapa,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya