PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Masih ingat kasus pembunuhan kakak beradik di Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo beberapa waktu lalu?
Ismu tersungkur bersimbah darah usai ditebas kapak maut adiknya sendiri Ismono hanya gara-gara pohon jati.
Peristiwa memilukan saudara sedarah bulan Juni itu sempat membuat gempar warga Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo
Kasus pembunuhan itu pun ditangai Satreskrim Polres Ponorogo. Untuk membuat terang peristiwa kapak maut itu, penyidik menggelar reka adegan, Rabu (10/7).
Dalam rekonstruksi tersebut, terkuat jika Ismono empat kali mengyunkan kapak mautnya ke bagian tubuh Ismu, kakaknya.
Perbuatannya itu tergolong sadis. Pasalnya keempat anyunan kapak maut Ismono mengarah ke bagian kepala korban.
Dua tebasan pelaku sebenarnya sudah membuat Ismu ambruk di tepi jalan desa setempat. Namun, seolah belum puas, Ismono kembali mengayunkan kapaknya lagi.
Dua tebasan terakhir di tubuh korban yang sudah tak berdaya itu membuat Ismu mengalami luka parah hingga berujung kematiannya.
Hal itu tergambar jelas dalam rekonstruksi yang memeragakan total 16 adegan yang digelar penyidik.
"Dari rekonstruksi didapati adegan fatal hingga membuat korban meninggal dunia ada di urutan 10 sampai 15,’’ jelas Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo Iptu Guling Sunaka.
Guling menambahkan sebelum kejadian, kedua saudara kandung itu sempat terlibat adu mulut.
Gegaranya pohon jati yang ditebang tersangka menimpa pohon jati milik korban. Saat cekcok terjadi korban melempar tersangka dengan batu.
Setelah berhasil menangkis lemparan batu kakaknya, Ismono yang naik pitam balas menyerang korban.
Lantaran emosi hingga gelap mata, ia tega menghabisi kakak kandungnya itu menggunakan kapak yang dibawanya.
"Ada perlawanan dari tersangka yang kebetulan membawa kapak. Apakah termasuk membela diri, ini akan kami masukan dalam laporan nanti,’’ ujarnya.
Usai menghabisi nyawa kakaknya, Ismono langsung meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) dengan tetap menenteng kapak maut yang berlumuran darah korban.
Noda berwarna merah itu baru hilang setelah Ismono mencuci kapak dan bajunya sesampainya di rumah.
"Pelaku dalam kondisi sadar. Dalam perkara ini kami dari penyidik memastikan ada dua peristiwa, yaitu perkelahian atau cekcok dan kedua ada niat menghilangkan nyawa korban,’’ jelasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya