PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Pedagang yang ingin mengirim atau membawa barang dagangan ke lantai dua dan tiga Pasar Legi Ponorogo terpaksa harus lebih berkeringat.
Mereka terpaksa menggunakanc ara konvensional saat membawa barang dagangan ke lantai atas Pasar Legi Ponorogo.
Ini setelah lift barang yang ada sisi utara dekat area penurunan barang di Pasar Legi Ponorogo rusak sebulan belakangan.
Lantaran tak kunjung diperbaiki, pada pedagang atau suplier barang itu harus membawa barang bawaan mereka menggunakan tangga atau eskalator.
Namun, hal itu ternyata juga mengganggu kenyamanan pengunjung yang berbelanja di pasar tradisional tersebut.
Khususnya mereka yang membawa barang belanjaannya cuku banyak dan berat. Seperti yang diungkapkan Bidaryati.
Baca Juga: Retribusi Parkir Selama Grebeg Suro Sumbang PAD Ponorogo Lebih Banyak, 11 Hari Terkumpul Rp 44 Juta
Ia mengunkapkan jika rusaknya lift tersebut mengganggu kegiatannya berbelanja. Apalagi, saat membawa barang-barang berat, seperti beras dan perkakas.
Maklum, dua komoditi itu memang khusus tersedia hanya di lapay yang ada kios lantai dua dan tiga.
"Kalau beli beras di lantai dua harus dibawa pakai eskalator. Biasanya pakai lift biar lebih mudah bawa belanjanya,’’ kata Bidaryati.
Baca Juga: Hanya Raih 78 Suara di Pileg, Caleg PPP Ini Bakal Duduk di Kursi DPRD Ponorogo, Dilantik September
Bidaryati harus bolak-balik mengambil barang belanjaannya dari lantai dua dan tiga. Selain menguras energi, waktunya tersita.
"Kasihan yang setiap hari pakai tangga, atau pedagang yang bawa barang ke atas pasti bingung karena liftnya rusak,’’ tambahnya.
Didin, salah seorang pedagang berharap perbaikan lift lekas dilakukan pengelola pasar. Keberadaan lift dibutuhkan utamanya pedagang lantai 2-4.
Toh, bukan karena gengsi, tapi lift masuk dalam skala prioritas sarana-prasarana yang harus ada di Pasar Legi.
Baca Juga: Pembunuhan di Ponorogo, Empat Kali Kapak Maut Ismono Melayang, Tubuh Renta Sang Kakak pun Tumbang
"Kalau pakai lift lebih mudah bawa barang, karena bisa langsung dari troli,’’ jelas Didin.
Sejatinya terdapat dua lift di Pasar Legi. Selain sisi utara, alat angkut serupa juga disediakan di sisi selatan.
Sayangnya, bagi sebagian pedagang dan pengunjung lokasinya dipandang kurang strategis, pun, jauh dari tempat parkir utama.
"Kalau mutar kejauhan,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya