PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Permasalahan kesulitan siswa baru dan kekurangan murid sempat dikeluhkan sejumlah sekolah dasar negeri di Kabupaten Ponorogo.
Namun, kondisi itu tidak menimpa pada lembaga pendidikan pendidikan di bawah naungan Kemenag Ponorogo.
Dari hasil pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun ini, tercatat jumlah siswa baru di Madrasah Ibtidaiyah (MI), setingkat SD, justru surplus.
Baca Juga: John Garuda Putra Pernah Komentari Unggahan Akun Instragram Pilot Boeing 747-400 GA 981
Kepala Kantor Kemenag Ponorogo M. Nurul Huda memastikan 122 MI swasta dan negeri mendapatkan siswa baru.
Bahkan, tak satupun sekolah yang melaporkan adanya kekurangan siswa baru. Sebaliknya, sejumlah lembaga favorit, justru banjir pendaftar hingga melakukan penjaringan.
"Tahun ini antusiasnya cukup bagus, laporan dari lapangan tidak ada satupun sekolah khususnya MI yang kekurangan siswa, bahkan mayoritas overload,’’ kata Huda.
Huda mengamini kondisi tersebut jauh berbeda 10-20 tahun silam. Kala itu, lembaga sekolah berbasis keagamaan jarang dilirik.
Bahkan, jadi pilihan terakhir. Berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, mayoritas siswa berduyun-duyun mendaftar ke MI.
"Karena memang sekarang sekolah MI itu sudah menjadi keinginan, tidak hanya orang tua tapi juga anak sendiri,’’ jelasnya.
Dia menambahkan, ilmu agama saat ini menjadi magnet tersendiri. Membekali peserta didik dengan budi pekerti, di samping ilmu umum lain.
Apalagi, di tengah kekhawatiran wali murid dengan perkembangan zaman dan informasi saat ini.
"Memang harapannya dengan belajar ilmu agama, anak bisa cepat paham mana yang baik dan mana yang buruk. Serta bisa membentengi diri di zaman saat ini,’’ jelasnya.
Huda memastikan tingginya antusiasme masyarakat menyekolahkan peserta didik ke MI dibarengi dengan sekolah untuk selalu berinovasi.
Pihaknya memastikan madrasah memberikan pelayanan pendidikan dan tak henti meningkatkan kualitas pendidik.
"Kami pastikan menjawab harapan dari masyarakat wali murid, dan kami berharap sekolah tidak mengecewakan amanah yang diberikan,’’ tegasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya