PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Krisis air bersih di pertengahan musim kemarau ini semakin meluas.
Terbaru, ratusan warga Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Pulung kekurangan air bersih sebulan belakangan.
Wilayah tersebut menjadi titik ketiga kantong kekeringan yang mendapatkan suplai air bersih dari BPBD Ponorogo.
Kalaksa BPBD Ponorogo Masun mengatakan, sedikitnya 600 jiwa tersebar di sembilan RT di desa tersebut terdampak kekeringan.
Sebelumnya, pihaknya dropping air bersih ke Dusun Sukun, Desa Sidoarjo, Pulung, serta Dusun Bedog, Desa Wates, Slahung.
‘’Tiga wilayah ini mulai kami dropping air bersih minggu ini, bergantian dua kali seminggu,’’ kata Masun.
Sejatinya, Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Pulung telah tersentuh penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS).
Sayangnya, PAMSIMAS tidak mencukupi kebutuhan ideal air bersih 60 liter per hari per orang. Kondisi diperparah dengan menyusutnya sumber air tanah.
‘’Asessment kami 13 wilayah rawan kekeringan, dan tiga sudah kami dropping. Sisanya kami assessment setiap minggu memastikan ketersediaan air bersih,’’ jelasnya.
Erwin Yunita, Warga Dungus, menyatakan bahwa desanya menjadi langganan kekeringan tiap tahun.
Sumur miliknya dan warga setempat menyusut pekan ketiga pasca hujan terakhir.
Bahkan debit air sumur mengering sebulan terakhir memaksa warga mengandalkan dropping air bersih dari pemerintah.
‘’Kalau kiriman air bersih dari BPBD sudah habis, biasanya untuk minum dan masak beli air galon, mandi pakai air seadanya,’’ kata Yunita. (gen/kid)
Desa Rawan Kekeringan
Kecamatan Slahung
Desa Duri
Desa Wates
Desa Kambeng
Kecamatan Pulung
Desa Sidoarjo
Desa Karangpatihan
Kecamatan Badegan
Desa Dayakan
Desa Karangan
Kecamatan Jambon
Desa Krebet
Desa Sidoharjo
Kecamatan Sawoo
Desa Pangkal
Kecamatan Bungkal
Desa Munggu
Desa Bungu
Desa Belang
(Sumber: BPBD Ponorogo)
Editor : Mizan Ahsani