PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Niat baik Misni, warga Dusun Sewelut, Desa Plalangan, Jenangan, Ponorogo, justru membuatnya nyawanya melayang.
Jasad kakek yang berumur 60 tahun itu ditemukan di tengah kebun tebu desa setempat, Minggu (4/8). Kondisi tubuh tak bernyawa Misni sungguh mengenaskan.
Sejumlah luka bakar terlihat di sekujur tubuhnya. Misni meregang nyawa diduga dengan cara mengenaskan saat berusaha memadamkan api yang membakar kebun tebu milik tetangganya itu.
Penemuan jasad Misni itu terungkap dari cerita yang dibeberkan oleh Kepala Desa Plalangan, Ipin Herdianto.
Dirinya mengatakan jika jasad korban di kebun tebu itu kali pertama diketahui warga sekitar pukul 13.00 WIB.
Saat itu, Margono pemilik lahan meminta para pekerjanya memanen tebu yang terbakar malam sebelumnya.
Baca Juga: Tiga Desa di Ponorogo Krisis Air Bersih, BPBD Kirim Bantuan Dua Kali Sepekan
Pekerjaan itu baru setengah rampung saat para pekerja dikejutkan dengan adanya jasad yang telah gosong terbakar.
"Pekerja yang menemukan langsung melapor ke warga dan kepolisian,’’ kata Ipin.
Ipin menduga, Misni sempat mencoba memadamkan kebakaran tebu tersebut. Sebelumnya, Misni membakar jerami di sawahnya.
Lokasinya, berada di samping lahan tebu tersebut. Diperkirakan, api merembet ke kebun tebu.
"Dari bekas kebakaran, kemungkinan api yang semula dipakai membakar jerami di sawah pak Misni merembet ke lahan tebu,’’ bebernya.
Keluarga sempat mencari keberadaan kakek tersebut sehari sebelumnya. Dari informasi yang dihimpun, Misni memiliki riwayat gangguan jiwa.
Sebelumnya, keluarga khawatir Misni kumat dan kabur. Namun sayangnya, upacara pencarian itu tak membuahkan hasil.
"Tidak pulang semalam dan sempat dicari tapi belum ketemu. Siang harinya baru ketahuan,’’ terangnya.
Kapolsek Jenangan Iptu Amrih Widodo menambahkan, dari hasil visum awal tidak didapati adanya tanda-tanda kekerasan.
Keluarga telah menerima kejadian tragis yang menimpa Misni itu sebagai musibah.
"Keluarga memutuskan untuk langsung melakukan pemakaman,’’ kata Amrih.
Amrih mengimbau warga berhati-hati saat membakar sampah dan sisa dedaunan kering di musim kemarau seperti saat ini.
Selain mudah terbakar, angin kencang turut membuat api mudah menjalar.
"Sosialisasi kami harapkan dilakukan sampai di tingkat RT mencegah kejadian serupa terulang,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya