PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Telaga Ngebel Ponorogo masih jauh dari target.
Memasuki bulan delapan pada tahun tahun ini, realisasi PAD dari wisata Telaga Ngebel Ponorogo baru menyentuh angka 48 persen.
Tingginya target PAD Telaga Ngebel tahun ini memaksa Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo harus memutar otak.
Nominal pastinya, baru di angka Rp 2,7 miliar. Sedangkan, target PAD Telaga Ngebel tahun ini mencapai Rp 5,7 miliar.
Itu menunjukkan jika setoran pendapatan kurang Rp 3 miliar dari target. Jumlah itu harus dikejar dalam waktu lima bulan ke depan.
Disbudparpora setempat berencana melakukan berbagai upaya mengerek angka kunjungan ke destinasi wisata andalan Bumi Reog tersebut.
"Salah satunya kami berencana menambah event sebagai daya tarik kunjungan ke Telaga Ngebel,’’ kata Kepala Disbudparpora Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi.
Event budaya layak menjadi opsi untuk meningkatkan pundi-pundi pendapatan. Judha menyebut Larung Sesaji pada awal bulan Sura lalu mampu mendatangkan ribuan wisatawan.
Tidak hanya pengunjung lokal, melainkan datang dari berbagai daerah seperti Trenggalek, Magetan, hingga Wonogiri, Jawa Tengah.
"Perlu event lagi, baik itu budaya maupun musik sebagai daya tarik mendatangkan pengunjung,’’ ungkapnya.
Judha menyatakan kenaikan target PAD tahun ini terbilang tinggi. Itung-itungannya, meningkat 65 persen ketimbang 2023 lalu di angka Rp 3,7 miliar.
Adapun realisasi pendapatan Telaga Ngebel tahun lalu surplus, persisnya Rp 4,3 miliar.
"Harus terus berinovasi agar wisatawan tidak bosan,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya