Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Harga Melambung, Petani Cabai di Ponorogo Dihantui Ancaman Virus Gemini dan Aksi Pencurian

Sugeng Dwi N. • Senin, 12 Agustus 2024 | 22:00 WIB
KERITING: Sejumlah petani cabai di Siman mengalami gagal panen usai daun cabai mereka keriting dan menguning akibat serangan virus  gemini atau penyakit kuning.
KERITING: Sejumlah petani cabai di Siman mengalami gagal panen usai daun cabai mereka keriting dan menguning akibat serangan virus gemini atau penyakit kuning.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Berkah dari melambungnya harga cabai di pasaran ternyata tak dirasakan sebagian petani.

Seperti yang dirasakan sejumlah petani cabai di Kecamatan Siman, Ponorogo. Mereka justru dipusingkan dengan rusaknya tanamannya.

Untung jelas tidak bisa diraih, tapi justru buntung. Tanaman cabai mereka menguning dan keriting. Ancaman gagal panen pun menghantui petani.

Salah seorang petani cabai setempat Rudi Setiono, mengungkapkan, kondisi tersebut dialami sebulan belakangan.

Baru merasakan penen beberapa kali, taman cabai miliknya menguning dan sulit berkembang.

Padahal semestinya cabai berusia 3,5 bulan itu waktunya dipanen. Namun, daunnya perlahan rontok.

“Hanya sebagian yang bisa dipanen,’’ kata Rudi.

Para petani cabai di Ponorogo itu khawatir adanya serangan virus kuning gemini.

Balai Penelitian Tanaman Sayuran Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian mendeteksi virus kuning gemini dilaporkan pertama menyerang tanaman tembakau 1989 silam.

Tujuh tahun berselang, penyakit kuning itu ditetapkan sebagai virus potensial di negara Asia.

Pada 2001 lalu, virus kuning mulai menyerang tanaman cabai di Indonesia. Daerah pertama serangan virus ini Lembang, kemudian Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Virus ini juga memiliki kisaran inang yang luas dan mampu menginfeksi berbagai jenis tanaman lain.

Seperti tomat, terong, tembakau, kedelai, kacang panjang, hingga bunga matahari.

Tidak heran jika apa yang dirasakan Rudi turut dirasakan petani lainnya yang ada di desanya.

Padahal, saat ini harga cabai mahal-mahalnya di tingkat petani, berkisar Rp 60 ribu per kilogram. Normalnya, Rp 25 ribu per kilogram.

"Kalaupun bisa dipanen hasilnya sangat sedikit dua sampai tiga kilogram saja. Padahal biasanya bisa 25 kilogram, tidak balik modal,’’ ungkapnya.

Yateno, petani lain, mengaku sedikit beruntung. Tanamannya terjaga dari serangan virus kuning gemini.

Lahan seluas 1,4 ribu meter persegi menghasilkan 90 kilogram tiap lima hari sekali. Tidak heran Yateno mengawasi lahannya antisipasi pencurian.

"Kadang malam atau sore hari saya pantau agar tidak dicuri orang,’’ kata Yateno. (gen/kid)

 

TENTANG VIRUS KUNING GEMINI

Tahun 1989

Dilaporkan pertama menyerang tanaman tembakau

Tahun 1996

Ditetapkan sebagai virus potensial di negara Asia

Tahun 2001

Menyerang tanaman cabai di Indonesia

Daerah pertama serangan virus ini Lembang

Menyusul Jawa Tengah  hingga Jawa Timur

 

TANAMAN SASARAN

Cabai

Tomat

Terong

Tembakau

Kedelai

Kacang panjang

Bunga matahari

(Sumber: Balai Penelitian Tanaman Sayuran Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian)

Editor : Budhi Prasetya
#virus gemini #pencurian #cabai #ponorogo #petani