Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Merana, Desa Wates Jadi Langganan Kekeringan, Kades Sebut Bantuan Air Bersih Selalu Jadi Rebutan Warga

Sugeng Dwi N. • Rabu, 14 Agustus 2024 | 23:30 WIB

 

 

KEKERINGAN: BPBD Ponorogo menjadwalkan dropping air bersih ke Dusun Jenggring, Desa Duri, Slahung, Senin (12/8).
KEKERINGAN: BPBD Ponorogo menjadwalkan dropping air bersih ke Dusun Jenggring, Desa Duri, Slahung, Senin (12/8).

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun – Ratusan warga Desa Wates, Slahung, Ponorogo menggantungkan kelangsungan hidup dari kiriman air bersih DPBD setempat.

Ini lantaran sumur warga mulai mengering di musim kemarau seperti saat ini. Tak hanya itu, air sungai desa setempat pun juga berhenti mengalir.

Kondisi membuat warga setempat kesulitan mendapatkan air bersih. Itu dirasakan sejak sebulan terakhir.

Baca Juga: Krisis Air Bersih, BPBD Ponorogo Jadwalkan Droping di Empat Desa, Kekeringan Diprediksi Meluas

Sebenarnya, krisis air bersih dampak kekeringan di musim kemarau itu dirasakan warga Desa Wates nyaris tiap tahun.

Kepala Desa Wates Suyadi mengatakan tiga dari lima dusun di desanya menjadi langganan kekeringan saat kemarau.

Saat ini Dusun Bedog, serta Joso mengandalkan dropping air bersih dari BPBD untuk mencukupi kebutuhan.

Baca Juga: Periode Awal Kemarau, Warga Tiga Desa di Ngawi Sudah Alami Krisis Air Bersih, BPBD Petakan Delapan Kecamatan Terdampak kekeringan

"Saat ini sumber air di lingkungan itu mulai menyusut,’’ kata Suyadi.

Tak ingin wilayahnya masuk kantong kekeringan, pihaknya berharap ada bantuan sumur dalam.

Menurutnya, hal itu menjadi solusi agar warganya tak lagi mengalami krisis air bersih saat kemarau.

Baca Juga: Festival Serenade Langit Tembaga Jadi Penutup Rangkaian Perayaan Hari Jadi Ponorogo, Digelar 21 Agustus di Alun-Alun

"Bantuan air bersih selalu menjadi rebutan, cepat sekali habis karena di sini banyak warganya,’’ lanjutnya. 

Kalaksa BPBD Ponorogo Masun memastikan enam ribu liter air bersih dikirim ke Dusun Bedog dan Krajan Tengah, Desa Wates, Selasa (13/8) kemarin.

Sedikitnya 160 KK tersebar di 5 RT dua dusun yang terdampak kekeringan dipastikan teratasi.

Pihaknya turut mengirimkan bantuan berupa dua tandon air serta 50 jeriken ke lokasi.

"Ada satu dusun lagi yakni Dusun Joso yang saat ini kami assessment kondisi ketersediaan airnya,’’ kata Masun.

Baca Juga: DPRD Ponorogo Sebut Penetapan Haul Batoro Katong Harus Ada Analogi yang Masuk Akal dan Referensi Cukup

Hingga BPBD setempat mendata sedikitnya enam wilayah di kabupaten ini mengalami krisis air bersih (selengkapnya lihat grafis).

Pihaknya mengirimkan sedikitnya dua tangki air bersih setiap minggunya ke wilayah tersebut. Merujuk kemarau 2023 lalu, kekeringan tahun ini diprediksi meluas.

"Puncak kemarau memang terjadi di bulan Agustus ini sampai sekitar September. Kami berharap warga memantau kondisi sumur masing-masing dan melaporkan ke BPBD kalau terjadi kekurangan air bersih,’’ pintanya. (gen/kid)

 

KEKERINGAN DI DESA WATES, SLAHUNG

125 KK, 3 RT di Dusun Krajan Tengah

35 KK, 2 RT di Dusun Bedog

145 KK, 3 RT di Dusun Joso

Editor : Budhi Prasetya
#air bersih #kekeringan #ponorogo #sumur