PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan rasa bangganya saat menghadiri peresmian Museum Dawet Jabung pada Senin (9/9/2024).
Acara yang merupakan bagian dari Program Penguatan Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) HMJ Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) tersebut memberikan nuansa nostalgia bagi Kang Giri, sapaan bupati, yang mengenang masa kecilnya.
"Saya rela mengayuh sepeda puluhan kilometer dari Gelang Kulon ke Jabung pada tahun 1978 hanya untuk menikmati Dawet Jabung," ujar Kang Giri.
Ia menambahkan bahwa rasa Dawet Jabung tetap sama, terdiri dari gempol, tape, cendol, dan gula Jawa.
Menurutnya, museum ini bisa menjadi awal pengembangan lebih lanjut oleh Pemerintah Desa Jabung dalam melestarikan kuliner khas tersebut.
Rektor UMPO Rido Kurnianto dalam sambutannya, menegaskan pentingnya edukasi mengenai bahan-bahan dan sejarah di balik Dawet Jabung.
"Dawet ini tidak hanya menarik dari segi rasa, tetapi juga sejarah dan cara penyajiannya yang unik. Ada pula mitos terkait lepek Dawet yang tidak boleh diambil saat pengajian," jelas Rido.
Pak Kasun Desa Jabung juga menyoroti potensi ekonomi dari kuliner legendaris ini. Setiap musim lebaran, sentra kuliner Dawet Jabung selalu dipadati pengunjung.
Pemerintah Desa (Pemdes) Jabung menyampaikan terima kasih kepada UMPO atas bantuannya dalam mengembangkan potensi lokal melalui kegiatan ini.
Sebagai bagian dari acara, dilakukan penyerahan simbolis pernak-pernik museum serta peluncuran website Desa Jabung untuk meningkatkan promosi dan memperluas jangkauan digital desa tersebut.
Inovasi ini diharapkan dapat membantu pemberdayaan desa dan mengenalkan Dawet Jabung ke masyarakat yang lebih luas. (kid/adv)
Kontributor: Destin Eka Setiyani (Mahasiswa/Tim PPK Ormawa HMJ Manajemen Umpo)
Editor : Nur Wachid