PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Peristiwa pencurian yang disertai perusakan mobil dinas atau kendaraan operasional Bawaslu Ponorogo mendapat sorotan publik.
Itu setelah laptop milik anggota Bawaslu Ponorogo diketahui hilang dari dalam tas yang saat kejadian ada di dalam mobil dinas tersebut.
Insiden itu bertambah pelik, mengingat saat ini tahapan Pilkada Ponorogo 2024 juga tengah berjalan.
Diinformasikan sebelumnya, laptop yang raib dalam kejadian di Tulungagung hari Sabtu malam (7/9) lalu itu diklaim berisi data penting.
Pengamat politik mengingatkan insiden tersebut menjadi pelajara penting seluruh pihak ditengah tensi politik di Ponorogo saat ini.
Imam Fauzi Surahmat, pengamat politik, menilai peristiwa yang dialami rombongan komisioner Bawaslu Ponorogo di Tulungagung itu murni kasus kriminal.
Menurutnya, hal itu diperkuat posisi kendaraan di tepi jalan protokol, serta fakta adanya barang yang hilang.
Apalagi saat kejadian, suhu politik di Ponorogo masih adem ayem. Tidak ada konflik politik yang menarik perhatian khalayak ramai.
"Biasanya kalau ada penyerangan dengan tendensi politik justru tidak ada barang yang diambil, hanya pengrusakan,’’ jelas Koordinator LSI Denny JA Area Jatim-Bali tersebut.
Imam menyodorkan sejumlah contoh kejadian belakangan ini yang diduga berhubungan erat dengan politik.
Misalnya penyerangan rumah milik salah satu bakal calon gubernur (bacagub) di Aceh oleh orang tidak dikenal.
Pun, pelemparan batu mobil bacabup di Pasuruan, hingga penyerangan rumah tim pemenangan bacabup di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Seluruh rentetan kejadian tersebut memiliki kesamaan, yakni subjek sasaran kejahatan menimpa kontestan politik.
"Jarang terlihat penyelenggara atau pengawas menjadi target sasaran. Kecuali ada kasus besar atau lainnya,’’ terangnya.
Imam menggarisbawahi analisis masih sebatas dugaan. Pihaknya turut mendorong kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.
Laptop milik staf Bawaslu yang raib berisi data-data penting yang rawan disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.
Apalagi bertepatan momen pilkada, data-data tersebut bisa saja digunakan sarana membuat gonjang-ganjing atau situasi keruh.
"Kita tunggu dan mendorong kepolisian mengusut tuntas. Karena walaupun terbukti murni pencurian, laptop yang dicuri berisi data-data penting kepemiluan,’’ tegasnya. (gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya