Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Jadi Daerah Asal Pekerja Migran, Dinkes Ponorogo Waspadai Masuknya Virus Monkeypox

Sugeng Dwi N. • Kamis, 12 September 2024 | 01:30 WIB

Ilustrasi Foto : Dinkes Ponorogo mewaspadai sebaran penyakit Monkey Pox yang mulai merambah di Indonesia.
Ilustrasi Foto : Dinkes Ponorogo mewaspadai sebaran penyakit Monkey Pox yang mulai merambah di Indonesia.

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun - Penyakit yang penularan melalui virus kembali menyedot perhatian bidang kesehatan di Indonesia.

Saat ini, pemerintah tengah mewaspadai sebaran virus monkeypox (Mpo) atau biasa disebut cacar monyet yang menunjukkan kecenderungan meningkat.

Tak terkecuali di Ponorogo. Pihak dinkes setempat mengklaim telah melakukan langkah deteksi dini dan pencegahan.

Baca Juga: Dua Pasien Covid-19 di Batam Meninggal Dunia, Kemenkes Memeriksa Sampel Virus dari Satu Pasien yang Masih Dirawat

Maklum saja, Ponorogo menjadi salah satu daerah penyumbang terbesar pekerja migran Indonesia (PMI) di Jawa Timur.

Temuan kasus Mpox di Indonesia beberapa waktu lalu menjadi peringatan awal Pemkab Ponorogo.

Kepala Dinkes Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningarti mengungkapkan, pencegahan penyebaran penyakit cacar monyet telah diantisipasi.

Baca Juga: Tugas Makin Bertambah, Kader Posyandu di Ponorogo Berharap Honor Naik

Beberapa bulan terakhir, Puskesmas di Ponorogo gencar sosialisasi pencegahan penularan virus genus Orthopoxvirus tersebut.

Memiliki gejala mirip cacar, penyakit zoonosis itu mudah menular lewat kontak manusia maupun hewan.

"Kami sudah melakukan edukasi dan sosialisasi lewat puskesmas, sambil melakukan pencegahan,’’ kata Dyah.

Baca Juga: Usai Panen Raya, Petani Tembakau Desa Tatung Ponorogo Pilih Investasi dan Ganti Mobil Baru

Disinggung potensi penularan virus Mpox lewat PMI, Dyah mengklaim skrining kesehatan diperketat, mulai nasional hingga tingkat provinsi.

PMI yang kembali ke Tanah Air wajib menjalani pemeriksaan di bandara hingga karantina.

"Skrining dilakukan saat datang dan keluar negeri, bahkan ada karantinanya juga sebelum kembali ke masyarakat. Jadi kami rasa aman,’’ klaimnya.

Dyah memastikan hingga saat ini belum ada temuan adanya kasus Mpox di kabupaten ini.

Kendati bukan penyakit mematikan, dia berharap masyarakat peduli terhadap pencegahan penyakit tersebut.

Termasuk lekas memeriksakan diri bila mengalami gejala mirip flu seperti demam dan menggigil hingga kemunculan ruam di tubuh.

"Semoga tidak masuk sampai Ponorogo, tapi tetap kami antisipasi,’’ ujarnya. (gen/kid) 

Editor : Budhi Prasetya
#pekerja migran #kesehatan #virus #ponorogo #Monkey Pox