Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Hasil Lelang 42 Eks Kendaraan Dinas, BPKAD Ponorogo Kantongi Rp 185 juta, Honda XL Paling Diminati

Budhi Prasetya • Jumat, 20 September 2024 | 21:30 WIB

OPEN BIDDING: Petugas KPKNL dan BPKKAD Ponorogo menggelar lelang aset berupa eks kendaraan dinas, Kamis (19/9).
OPEN BIDDING: Petugas KPKNL dan BPKKAD Ponorogo menggelar lelang aset berupa eks kendaraan dinas, Kamis (19/9).
 

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun – Lelang aset berupa puluhan bekas kendaraan dinas Pemkab Ponorogo laris manis.

Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Madiun membuka 33 lot lelang yang menggunakan sistem open bidding.

Namun hanya 16 lot yang laku terjual. Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) mengantongi Rp 185,4 juta dari hasil penghapusan aset tersebut.

Baca Juga: Kejari Pacitan Lelang BB: Handphone Start Rp 10 Ribu, Sepeda Motor Rp 2 Jutaan

Kepala Bidang Aset BPPKAD Ponorogo Dhutarso Aviantoro mengatakan, sebanyak 82 unit roda dua (R2), 5 roda empat (R4) dam 1 roda enam (R6) dilelang, Kamis (19/9).

Puluhan kendaraan plat merah itu dibagi dalam 33 lot. Sayangnya tidak semuanya diminati peserta lelang.

Kendati hanya 16 lot yang terjual, BPKAD Ponorogo menilai capaian itu menggembirakan.Karena bisa menambah pos pendapatan asli daerah (PAD).

Baca Juga: Kejari Magetan: Lelang Barang Rampasan Sudah Diumumkan dan Bisa Ditawar, Ini Syaratnya!

"Sebagian lot terjual ada kenaikan 100 persen dari limit yang kami tetapkan, hasilnya sudah bagus,’’ terangnya.

Aviantoro mencontohkan dalam lot 27 yang berisi tiga unit sepeda motor limit Rp 2,6 juta. Dalam lelang kemarin, aset tersebut laku Rp 21 juta.

Kendati demikian, masih ada 46 kendaraan yang tidak ada penawaran (TAP). Yakni 43 unit roda dua, 2 kendaraan roda empat, 1 dump truck.

Baca Juga: 82 Motor 6 Mobil Eks Kendaraan Dinas Dilelang, BPKAD Ponorogo Pasang Target Segini

Pihaknya bakal inventarisir dan melelang ulang pada lelang tahap kedua akhir tahun nanti.

Evaluasi sementara, nihilnya penawaran tak lepas dari tingginya nilai limit.

"Kami evaluasi ulang, yang TAP mayoritas di atas Rp 10 juta limitnya.  Nanti akan kami mix agar limitnya lebih rendah saat lelang berikutnya,’’ ungkapnya.

Pada sisi lain, pihaknya berencana menggelar lelang tahap kedua. Prosesnya telah berjalan dan tinggal menantikan restu dari KPKNL.

Pihaknya menarget hasil dari lelang dua tahap tahun ini mencapai Rp 1 miliar.

"Kami komunikasikan lelang selanjutnya. Ini baru lelang pertama kami, nanti kami agendakan lagi sebelum akhir tahun,’’ jelasnya.

Petugas KPKNL Madiun Arasmin Simamora menambahkan, permohonan lelang sejatinya telah diajukan Pemkab Ponorogo sejak awal tahun lalu.

Namun, padatnya jadwal membuat lelang baru dilakukan kemarin. Pun, 33 lot yang ditawarkan, setengahnya laku terjual.

"Hasilnya cukup bagus, kami sarankan untuk mengatur ulang lotnya dalam lelang mendatang, agar limitnya bisa lebih rendah,’’ ujarnya. (fac/gen)

Editor : Budhi Prasetya
#BPKAD #lelang #KPKNL #kendaraan dinas #ponorogo